Berdalih Nyabu untuk Obati Sakit Gigi, Warga Sambisirah Ditangkap

BANGIL – Bukannya membeli obat sakit gigi, Jamhuri, 50, malah menggunakan sabu-sabu untuk mengobati sakitnya. Nahas, kebiasaannya membuat warga Desa Sambisirah, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, ini ketagihan.

Tak sekadar menjadi pecandu sabu, Jamhuri juga nekat menjadi pengedar demi bisa menikmati barang haram itu. Imbasnya, ia harus meringkuk di tahanan Mapolres Pasuruan. Rabu (20/2) malam, dia dibekuk polisi saat hendak mengantarkan pesanan sabu-sabu.

Kasatreskoba Polres Pasuruan AKP Nanang Sugiyono mengatakan, tersangka ditangkap ketika berada di depan sebuah warung di kampungnya. “Kami menangkapnya sekitar pukul 23.30. Penangkapan itu kami lakukan setelah memperoleh petunjuk kalau tersangka hendak bertransaksi narkoba jenis sabu-sabu,” ujarnya.

Dalam penangkapan itu, petugas mengamankan sejumlah barang bukti. Selain lima kantong plastik berisi sabu-sabu seberat total 1,35 gram, petugas juga mengamankan 10 sedotan plastik, uang Rp 100 ribu, dan sejumlah barang bukti lainnya.

Malam itu juga tersangka digelandang ke Mapolres Pasuruan untuk dimintai keterangan. Dalam pemeriksaan polisi, tersangka mengaku mengenal sabu-sabu sejak beberapa bulan terakhir. Ia menggunakan sabu-sabu untuk penghilang rasa nyeri saat sakit gigi. “Namun, lama-lama ketagihan. Bahkan, menjadi penjual demi bisa terus menikmati barang haram itu,” ujar Nanang.

Kini, lelaki yang tak punya pekerjaan tetap itu terancam hukuman 10 tahun penjara. Dia disangka melanggar pasal 114 juncto pasal 112 UU RI Nomor 35/2009 tentang Narkotika. (one/rud)