Kasus Korupsi, Eks Kades Maron Kulon Divonis 1,5 Tahun Penjara

KRAKSAAN – Sidang kasus tindak pidana korupsi anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) Maron Kulon, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, klimaks. Senin (18/2) lalu, Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya memvonis Mantan Kepala Desa (Kades) Maron Kulon Mistar terbukti bersalah. Terdakwa divonis dengan hukuman selama 1,5 tahun penjara.

Kajari Kabupaten Probolinggo Nadda Lubis melalui Kasi Pidsus Novan Basuki Arianto mengatakan, proses hukum penyalahgunaan ADD Maron Kulon, selama tahun 2010-2014 telah tuntas. Majelis hakim menyatakan terdakwa Mistar terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tipikor. “Sidang mantan kades Maron Kulon itu sudah putusan, Senin (18/2) lalu. Terdakwa dinyatakan bersalah,” katanya, Selasa (26/2).

Novan mengatakan, dalam amar putusannya, selain hukuman penjara, majelis hakim juga mengharuskan terdakwa membayar denda Rp 50 juta subsider 2 bulan kurungan. Serta, membayar uang pengganti Rp 59 juta subsider 4 bulan kurungan. “Pasal yang terbukti dalam putusan pengadilan pasal 3 Undang-Undang Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tipikor,” ujarnya.

Sejatinya, putusan majelis hakim ini di bawah tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sebelumnya, JPU menuntut terdakwa dengan hukuman selama 2 tahun penjara dengan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan. Serta, harus membayar uang pengganti Rp 59 juta subsider 1 tahun kurungan. “Putusan majelis hakim sudah mendekati tuntutan. Jadi, kami menerima putusan majelis hakim, terdakwa juga menerima,” ujarnya.

Diketahui, Mistar dimejahijaukan setelah Kejari Kabupaten Probolinggo melalukan penyelidikan dan mantan kepala desa itu diduga menyalahgunakan ADD Maron Kulon 2010-2014. Selama lima tahun itu ada sejumlah penyelewengan.

Di antaranya, penyelewengan honor Badan Pemusyawaratan Desa, PAUD, dan penyedia jasa akutansi keuangan. Dalam penyelidikan terungkap, pihak-pihak yang berhak menerima honor ini mengaku tidak pernah menerimanya.

Selain soal penyelewengan honor, kata Novan, juga ada penyalahgunaan dalam penggunaan ADD 2014. Yakni, terkait anggaran kegiatan pembangunan jalan rabat beton di Desa Maron Kulon. Dalam persidangan, Mistar pun dinyatakan bersalah dan terbukti korupsi. (mas/rud)