Kiprah Pelajar MTs Negeri 1 Pasuruan Menangi Lomba Lukis Internasional

BANGGAKAN SEKOLAH: Bustanul Arifin, kepala MTsN 1 Pasuruan memberikan pengarahan kepada lima santri dan santriwati peraih penghargaan favorit dalam ajang lukis persembahan KAO Jepang. (Iwan Andrik/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

Prestasi gemilang di bidang seni lukis berhasil ditorehkan MTs Negeri 1 Pasuruan. Dalam ajang KAO International Environment Painting Contest For Children, madrasah ini berhasil menyabet juara pertama, kategori grup prize winner. Ada lima pelajar yang berhasil menyabet juara favorit.

IWAN ANDRIK, Bangil

Kenangan di bulan Agustus itu tak bisa dilupakan R. Zaizafun Nabila Nunsaba, 14. Waktu itu, ia baru saja menikmati liburan sekolah. Momen santai itu, mendadak berubah ketika memasuki masa sekolah.

MENANG: Karya milik R. Zaizafun Nabila Nunsaba dan Novi Safrilla yang meraih juara di ajang KAO International Environment Painting Contest For Children. (Repro)

Ia masih ingat ketika gurunya meminta untuk membuat karya lukis. Karya bertemakan tentang lingkungan yang akan dilombakan untuk kompetisi tingkat internasional, di Jepang.

Gadis kelas sembilan itu, bersusah payah untuk melukiskan imajinasinya. Namun tak mudah. Buktinya, buku gambarnya nyaris habis gara-gara lukisannya dinilai kurang sesuai.

“Saya habis delapan lembar kertas gambar. Semuanya kurang sesuai,” kata Nabila -sapaannya-.

Namun, ia tak menyerah. Ia terus berusaha untuk membuat gambar yang menarik. Hingga karya tentang pencemaran lingkungan, berhasil dibuatnya.

Karya itulah yang kemudian dikirim. Karya itu pula yang membuatnya masuk predikat karya favorit versi juri Jepang.

Tentu bukan hanya dirinya. Karena ada beberapa peserta lainnya. Termasuk empat temannya yang ada di MTs Negeri 1 Pasuruan di Bangil. Mereka yang berhasil meraih juara favorit lainnya itu adalah M. Rendi Riskiawan, Alisya Salsabila, Novi Safrila, dan Naila Amalia.

Guru Pembina Seni Lukis MTs Negeri 1 Pasuruan Toni Ja’far menguraikan, lomba yang dimenangi madrasah setempat merupakan kejuaraan internasional yang diikuti oleh 44 negara di dunia. Mulai dari Asia, Afrika, serta Eropa dan Amerika.

Lomba yang digelar perusahaan KAO Jepang itu, dilangsungkan Agustus 2018 lalu. Pihaknya mengumpulkan sebanyak 669 karya pelajar, hingga akhirnya meraih juara.

“Sebenarnya, karya yang terkumpul sebanyak 720 karya. Tapi, setelah dieliminasi, ada 669 karya yang diperkenankan. Karena satu pelajar, hanya boleh mengirimkan satu karya,” kisahnya.

Ia mengaku, tak mudah untuk mengumpulkan karya sebanyak itu. Minimnya ide dan sulitnya pelajar mengaplikasikan ide, sempat menjadi kendala.

Namun, dengan dukungan moral, pelajar setempat akhirnya terpacu untuk membuat-membuat karya. “Awalnya kesulitan untuk mengumpulkan karya karena ide. Tapi, kami motivasi terus, dengan menginformasikan yang juara bisa ke Jepang,” urainya.

Dorongan itu, membuat siswa terlecut, hingga terciptalah ratusan karya siswa. Karya-karya itu pun kemudian dikirim ke Jakarta untuk kemudian dipamerkan di Jepang.

Deadline-nya Agustus, pengumuman pemenangnya Oktober, dan penyerahan hadiah untuk pemenang di Indonesia, 22 Februari kemarin,” sambung dia.

Kepala MTs Negeri 1 Pasuruan H. Bustanul Arifin mengungkapkan, prestasi tersebut tak lepas dari buah kerja keras guru serta santri. Berkat kegigihan mereka, nama MTs Negeri 1 Pasuruan bisa terangkat.

“Apalagi, kompetisi ini kan diselenggarakan tingkat internasional. Alhamdulillah, berkat prestasi anak-anak akhirnya bisa mengangkat MTs Negeri 1 Pasuruan dikancah internasional,” tuturnya.

Ia menambahkan, prestasi tersebut diharapkan bisa memotivasi pelajar. Supaya, mereka lebih semangat untuk berlomba-lomba dalam berkarya. (fun)