Polisi Pastikan Kabar Bakso Babi di Pakuniran Hoax

PAKUNIRAN – Beberapa hari terakhir sebagian warga Kabupaten Probolinggo, khususnya warga Kecamatan Pakuniran, resah dengan beredarnya kabar adanya bakso dari daging babi. Kabar itu beredar melalui media sosial (medsos).

Dalam pesan berantai melalui medsos itu juga disebutkan adanya kabar ini disampaikan anggota Polsek Pakuniran. Namun, kabar ini langsung dibantah oleh Kapolsek Pakuniran Iptu Habi Sutoko. Ia memastikan, informasi itu hoax.

Pihaknya yang juga dikabarkan menutup sebuah warung bakso, juga tidak benar. “Dengan tegas saya sampaikan, bahwa itu hoax. Kami tidak penah menutup warung bakso. Itu hanya dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya, Selasa (26/2).

Habi mengaku, pihaknya tidak pernah mendapat laporan perihal bakso dari daging babi. Sehingga, sangat tidak masuk akal bila pihaknya menutup warung bakso. Malah, ia mengaku datang dan memakan bakso di warung yang diisukan terbuat dari daging babi dan biawak itu. “Kami bersama anggota semalam juga mengunjungi warung bakso itu. Tujuannya, menangkal informasi yang tidak benar dan beredar di masyarakat,” jelasnya.

Pihaknya berharap, warga tidak mudah terprovokasi. Masyarat harus cerdas dan harus membuktikan sendiri. Sebab, jika tidak benar bisa mengurangi pendapatan orang lain. “Kasihan rezeki orang bisa-bisa terputus,” ujarnya.

Penjual bakso yang diisukan itu adalah Mashudi, 49. Ia memastikan baksonya sama dengan bakso pada umumnya. “Kami sudah lama menjual bakso, sejak 2006. Saya memulai usaha ini dengan istri. Tidak benar kabar itu,” ujarnya.

Ia mengaku, sebagai muslim, tidak mungkin menjual makanan yang dilarang oleh agama. Ia juga membantah warungnya pernah ditutup pihak kepolisian. “Oleh agama kan dilarang. Ngapain mau memakai daging yang haram, pakai daging ayam saja tidak pernah, apalagi babi atau biawak. Saya hanya heran kenapa warung saya diisukan seperti itu,” ujarnya. (sid/rud)