Sepanjang 2018, Klaim BPJS Ketenagakerjaan Capai Rp 122 Miliar

PASURUAN – Sepanjang tahun 2018, pengambilan klaim di BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK) Pasuruan didominasi oleh pencairan Jaminan Hari Tua atau JHT. Jumlahnya mencapai Rp 103,481 miliar.

Jumlah tersebut diambil oleh peserta BPJS TK sebanyak 8.601 peserta. Sedangkan klaim lainnya yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Pensiun (JP). Total semuanya mencapai Rp 122 miliar.

Karma Krisnadi, kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan cabang Pasuruan yang meliputi Pasuruan dan Probolinggo mengatakan, Jaminan Hari Tua memang menjadi klaim tertinggi sepanjang 2018. Namun secara jumlah, klaim jauh menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

“Untuk JHT kendati yang paling tinggi klaimnya tahun 2018, namun jumlah klaimnya menurun separo dibandingkan tahun sebelumnya,” terangnya.

Pada 2018, klaim JHT mencapai 8.601 kasus dengan total nominal klaim Rp 103,481 miliar. Jumlah ini jauh menurun dibandingkan tahun 2017 yang mencapai 15.954 kasus dengan total nominal klaim Rp 127 miliar.

Turunnya klaim JHT ini, kemungkinan karena menurunnya jumlah PHK di Pasuruan dan Probolinggo. Sehingga, pengambil JHT cenderung menurun.

Sedangkan untuk Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) di tahun 2018, ada 1.800 kasus dengan total klaim Rp 11,9 miliar. Jumlah ini justru meningkat dari tahun 2017 yang ada 1.050 kasus dengan total klaim Rp 10.076 miliar.

Karma mengatakan, JKK didominasi dari kecelakaan lalu lintas hingga 95 persen. Klaim lainnya adalah Jaminan Kematian yang pada 2018 ada 201 kasus dengan total klaim Rp 5,718 miliar. Sedangkan Jaminan Pensiun ada 475 kasus dengan nominal klaim Rp 926,774 juta.

“Untuk Jaminan Pensiun ini sementara diberikan secara cash karena untuk Jaminan Pensiun syaratnya harus sudah menjadi peserta 15 tahun. Namun, untuk klaim saat ini yaitu pekerja yang sudah mencapai 58 tahun dan kami berikan secara cash sesuai lamanya kepesertaan,” pungkasnya. (eka/fun)