100 Hari Ungkap 33 Tindak Kriminal, Kasus Paling Banyak Curanmor

PASURUAN – Aksi kriminal berupa kasus pencurian masih sangat rawan terjadi di wilayah Pasuruan. Betapa tidak, tercatat, Polresta Pasuruan berhasil mengungkap 12 aksi pencurian di wilayah hukumnya. Mayoritas, aksi ini menyasar pada kendaraan bermotor.

RODA EMPAT: Selain motor, ada pula mobil. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Hal ini terungkap dalam rilis pengungkapan kasus selama periode 100 hari Kapolresta Pasuruan, AKBP Agus Sudaryatno. Kapolres mengungkapkan, Polresta berhasil mengungkap 33 tindak kriminal selama tiga bulan terakhir.

Rinciannya, tiga pencurian kendaraan bermotor (curanmor), dua pencurian dengan kekerasan (curas), enam pencurian dengan pemberatan (curat), enam pencurian biasa, delapan perjudian, satu pengeroyokan, satu aniaya berat (anirat), dan satu membawa sajam tanpa izin.

Kemudian, satu pelanggaran UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dua pelanggaran UU Perlindungan Anak, dua penggelapan, dua penipuan, dua penadah dan satu masalah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Total tersangka yang diamankan sebanyak 46 orang.

Kapolresta Agus menjelaskan, kendaraan bermotor menjadi sasaran utama dalam aksi pencurian. Mayoritas kendaraan ini adalah motor dengan jenis matik seperti Honda Vario, Honda Scoopy maupun Honda Beat. Faktor utamanya karena kendaraan jenis ini mudah untuk dijual.

“Kebanyakan motor hasil kejahatan ini dipotong per bagian. Nah, bagian ini dijual kepada penadah. Pelaku pun sudah memiliki alat khusus untuk memotong motor menjadi beberapa bagian” jelasnya.

Agus menyebut, Polresta mendorong masyarakat untuk lebih aktif dalam menjaga barang miliknya. Misalnya, dengan memasang kunci ganda pada motor. Selain itu, peran pos keamanan lingkungan (poskamling) juga diharapkan lebih dioptimalkan.

Dalam rilis tersebut, Polresta juga melakukan penyerahan secara simbolis barang bukti (BB) berupa 10 motor kepada 10 korban. Rinciannya, sembilan BB hasil dari aksi curanmor dan satu BB hasil dari aksi curas.

“Kami mendorong agar Poskamling menjadi garda awal untuk perlindungan keamanan di setiap kelurahan dan desa di wilayah hukum Polresta untuk meminimalisir aksi kejahatan,” pungkas Agus. (riz/fun)