2018, 340 Anak Kota Probolinggo Derita Kurang Gizi

MAYANGAN – Kasus kekurangan gizi (malnutrisi) masih banyak di Kota Probolinggo. Sepanjang 2018, ada 340 anak yang kurang gizi.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Probolinggo Ninik Ira Wibawati mengatakan, malnutrisi merupakan gangguan kesehatan serius yang terjadi ketika tubuh tidak mendapat asupan nutrisi yang cukup. “Kenapa bisa terjadi kurang gizi, sebab adanya pola asuh yang salah,” terang Ninik di kantornya.

Dari total 340 anak yang kurang gizi itu, menurutnya, ada juga yang sebelumnya sudah sehat. Namun, kemudian mengalami kurang gizi lagi.

“Jadi pola asuh yang salah bisa jadi penyebabnya. Semisal anak tersebut diasuh orang atau neneknya yang pas-pasan. Sehingga, yang dulunya sudah membaik kondisi tubuhnya, kini kurang gizi lagi,” tambahnya.

Menyikapi persoalan tersebut, Dinas Kesehatan berupaya untuk memberikan PNT tambahan. Baik bantuan nutrisi berupa susu, biskuit, dan juga beberapa bantuan lainnya. Termasuk pemberian vitamin tetes pada saat posyandu.

Untuk tahun ini, menurut Ninik, pihaknya baru bisa mendapat data lengkap pada akhir Februari dan Agustus. “Untuk kegiatan posyandu kan dilakukan Februari dan Agustus. Jadi, datanya masih belum masuk,” tuturnya.

Lebih jauh Ninik menjelaskan, malnutrisi merupakan dampak dari tidak terpenuhinya kebutuhan gizi anak yang berlangsung lama. Bahkan, dapat dimulai semenjak bayi masih dalam kandungan. Oleh karena itu, pemenuhan gizi ibu hamil sampai anak berusia 2 tahun harus menjadi perhatian utama. Sebab, ini merupakan masa yang dapat menentukan kehidupan anak selanjutnya.

“Kurangnya nafsu makan, kurangnya ketersediaan makanan, dan gangguan pada proses pencernaan dapat menjadi penyebab kurang gizi. Kurang gizi juga dapat diperparah oleh seringnya anak menderita penyakit infeksi,” tambahnya

Akibat kurang gizi pun bisa fatal. Sebab, bisa membuat terganggunya pertumbuhan dan perkembangan, termasuk perkembangan otak anak, yang nantinya dapat berdampak pada kehidupan anak selanjutnya. “Biasanya anak kurang gizi mempunyai berat badan kurang, sangat kurus, pendek, serta kekurangan vitamin dan mineral,” imbuhnya.

Tanda anak yang kurang gizi dapat dilihat melalui kegagalan dalam pertumbuhannya. Kegagalan pertumbuhan ini dapat dilihat dari berat badan, tinggi badan, atau keduanya yang tidak sesuai dengan umurnya.

“Biasanya anak kurang gizi mempunyai tubuh yang kurus atau pendek atau kurus-pendek. Anak sangat mudah marah, terlihat lesu, dan dapat menangis berlebihan. Anak juga mengalami kecemasan dan kurang perhatian terhadap lingkungan sekitar. Kulit dan rambut anak kering, bahkan rambut anak rontok. Kehilangan kekuatan ototnya,” lanjutnya. (rpd/hn)