Agar Hidup Sehat, Puskesmas Sumberpitu Ubah Perilaku melalui Cubermas

PASURUAN – Kebersihan lingkungan menjadi perhatian khusus Puskesmas Sumberpitu. Kepala Puskesmas Sumberpitu dr. I Wayan Suarka menyebut, kebersihkan lingkungan bisa dimulai dari kebersihan diri sendiri. Seperti, cuci tangan dengan sabun.

Karena itu, cuci tangan menjadi kegiatan inovasi Puskesmas Sumberpitu yang kemudian dikenal dengan CUBERMAS (cuci tangan bersama masyarakat dan anak sekolah). Dokter I Wayan Suarka menyebut, setiap orang memang bisa cuci tangan.

“Namun, tidak semua orang dapat melakukan cuci tangan yang benar. Kadang, masih ada lipatan-lipatan tangan yang tidak terkena air dan sabun,” tuturnya.

CUBERMAS sendiri menurutnya, disosialisasikan mulai tahun 2018 di wilayah kerja Puskesmas Sumberpitu. Yaitu, melalui kegiatan UKBM serta di SD sebagai bentuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Dengan kegiatan CUBERMAS ini, diharapkan dapat membantu menurunkan penyebaran penyakit menular serta pencegahan terhadap penyakit yang berdampak pada penurunan kualitas hidup manusia,” lanjutnya.

Di sisi lain, CUBERMAS juga sebagai upaya menanamkan sejak dini kegiatan-kegiatan positif pada anak–anak sebagai penerus bangsa. Sehingga, mereka juga bisa memberikan contoh pada orang lain, termasuk adik-adiknya di masa depan.

“Jadi, mulai sekarang lakukan perubahan perilaku dengan melakukan kegiatan sederhana untuk mengubah masa depan menjadi lebih baik lagi,” tuturnya.

Dyas Indraswari, bagian Promosi Kesehatan di Puskesmas Sumberpitu menambahkan, kebersihan lingkungan merupakan hal yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Kurangnya kebersihan lingkungan secara umum dapat menimbulkan kelainan patofisiologis atau lebih khususnya yang lagi booming saat ini yaitu gagal pertumbuhan pada tumbuh kembang anak yang dinamakan stunting.

“Sementara lingkungan bersih dapat menciptakan lingkungan yang sehat. Sehingga, tidak mudah terserang penyakit. Seperti diare, gatal-gatal, demam berdarah, serta penyakit akibat lingkungan lainnya,” katanya.

Sakit yang timbul karena kurangnya kebersihan lingkungan, dapat dicegah dengan berbagai kegiatan kebersihan. Dimulai dari diri sendiri yaitu dengan melakukan Perubahan Perilaku yang dipengaruhi oleh tiga faktor. Yaitu, pengetahuan, sikap, dan perilaku. Dengan memiliki pengetahuan tentang kebersihan untuk kesehatan serta dorongan untuk melakukan kebersihan, timbul perilaku untuk hidup bersih dan sehat.

“Salah satu bentuk perilaku hidup bersih dan sehat yang dimulai dari diri sendiri yaitu cuci tangan menggunakan sabun. Sebab, tangan merupakan salah satu rumah ternyaman bagi bakteri,” pungkasnya. (riz/fun)