Berkunjung Sejenak ke Asrama Atlet Kabupaten Probolinggo yang Dipindah ke Eks Kantor Dispenda

Asrama atlet Kabupaten Probolinggo sejak awal tahun ini pindah tempat. Kini, asrama bagi atlet binaan KONI harus menempati ruang-ruang kantor bersama Dinas Pendapatan Kabupaten Probolinggo.

ARIF MASHUDI, Probolinggo

Jawa Pos Radar Bromo berkunjung ke kantor KONI dan asrama atlet yang dipindah di kantor Dispenda, Rabu (27/2). Kebetulan, di kantor Dispenda itu hanya beberapa ruangan saja yang difungsikan untuk bidang pendapatan dan pajak. Sedangkan selebihnya, masih banyak ruangan kosong terpakai.

KURANG LENGKAP: Asrama atlet ini akan digunakan untuk penampungan atlet untuk Porprov. (Arif Mashudi/Jawa Pos Radar Bromo)

Nah, di bekas kantor itulah yang kini dijadikan asrama. Itu setelah Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari membuat kebijakan, gedung asrama atlet yang merupakan eks gedung Kanpora, di Dringu dialihfungsikan menjadi gedung SMKN 1 Dringu. Sejak awal Februari itu, eks gedung asrama atlet sudah dialihfungsikan sebagai kegiatan pendidikan SMKN 1 Dringu. Sedangkan asrama atlet sudah pindah ke kantor Dispenda, sebulan sebelumnya.

Di asrama atlet kabupaten saat ini, ada ruangan di lantai II yang cukup luas untuk tempat istirahat atau tidur. Kemudian, ada juga fasilitas fitnes di ruangan berukuran sekitar 3 x 7 meter. Selebihnya, belum ada ruangan untuk fasilitas olahraga lainnya. Seperti lapangan tenis, sepak bola ataupun taekwondo.

Muhammad Faisol salah satu atlet tinju yang tinggal di asrama atlet mengatakan, dirinya menerima dan menikmati asrama yang disediakan oleh pemerintah kabupaten (Pemkab) Probolinggo. Meskipun, terkadang harus mencari tempat lain untuk berlatih bagi teman atlet lainnya. Sebab, di asrama saat ini belum ada fasilitas olahraga untuk para atlet.

”Kalau saya atlet tinju, bisa latihan di depan halaman kantor dispenda ini. Kebetulan saya juga yang menjaga asrama atlet ini tiap harinya,” katanya.

Sekretaris KONI Kabupaten Probolinggo, Cholid Abu Bakar saat dikonfirmasi mengatakan, sejak awal tahun ini, asrama atlet kabupaten sudah pindah tempat. Sesuai kebijakan pemerintah, gedung asrama atlet di Dringu yang merupakan eks gedung Kanpora, digunakan untuk kegiatan pendidikan.

”Kami siap menerima dan melaksanakan semua keputusan pimpinan. Termasuk soal pemindahan asrama atlet kabupaten,” katanya.

Saat ditanya apakah asrama atlet kabupaten saat ini sudah layak atau ideal? Chalid mengungkapkan, asrama atlet saat ini tentunya memiliki banyak kekurangan. Namun, pihaknya berupaya mengoptimalkan fasilitas yang ada untuk para atlet. Meskipun, harus butuh perjuangan ekstra.

Atlet terpaksa harus wira-wiri ke Dringu, tiap kali mau latihan. Tentunya, semua itu harus mengeluarkan untuk transportasi. Belum lagi, efektivitas dan efesiensi waktu. Mengingat, lokasi asrama atlet saat ini yang ada di sisi selatan alun-alun Kota Probolnggo, cukup jauh dengan lokasi tempat olahraga di Dringu.

”Kalau di asrama sebelumnya, fasilitas olahraga lengkap dan terpusat. Jadi saat atlet usai berlatih, bisa langsung istirahat. Tapi kalau sekarang, kami masih kebingungan jika harus ke Dringu, untuk latihan olahraga,” ungkapnya.

Selain itu, dikatakan Cholid, pihaknya akan menghadapi kejuaraan provinsi (Porprov) pada bulan Juni mendatang. Kini, pihaknya tiap Sabtu dan Minggu sudah mulai melakukan pembinaan dan pelatihan terhadap para atlet. Dengan tidak adanya fasilitas olahraga di asrama saat ini, membuat pihaknya harus ke Dringu.

”Saat 15 hari menjelang pelaksanaan Porprov, sekitar 50 sampai 60 atlet akan di karantina dan tinggal di asrama atlet,” katanya.

Kondisi menjelang Porprov nanti dikatakan Chalid, harus memaksimalkan fasilitas yang ada. Ruang tidur yang ada saat ini, hanya satu ruang. Nanti, pihaknya akan berupaya memanfaatkan ruang kosong lain di kantor Dispenda untuk jadi tempat tidur para atlet. Sebab, 15 hari menjelang Kejurprov, para atlet akan dikarantina.

”Kalau di gedung asrama yang lama ada lima ruangan yang sudah bisa dijadikan tempat tidur para atlet,” ungkapnya.

Cholid mengaku, ada rencana untuk dibangun sport center di stadion Kraksaan. Sebagai perwakilan dari KONI, dia mengharapkan, rencana itu bisa segera tereliasi. Supaya, pembinaan terhadap atlet bisa lebih efektif karena didukung dengan fasilitas olahraga yang memadai. Ditambah stadion Kraksaan secara bertahap direhabilitasi dan dilengkapi fasilitas sarana prasarananya.

”Kami mengharapkan rencana pembangunan sport center di stadion Kraksaan segera terealisasi. Karena dari lokasi mendukung dan kumpul dengan stadion,” terangnya. (fun)