Pencairan Honor untuk Tenaga Honorer Pemkab Probolinggo Tersendat

KRAKSAAN – Sejumlah tenaga honorer di lingkungan Pemkab Probolinggo mengeluh. Sebab, honornya untuk Desember-Januari yang mestinya sudah cair, sampai Rabu (27/2) belum ada kabarnya.

Salah seorang pegawai honorer yang enggan disebutkan namanya mengatakan, sistem penggajian tenaga honorer yang mengantongi Surat Keputusan (SK) Bupati, dirapel dua bulan sekali.

Pada Desember 2018-Januari 2019, dijadikan satu. Tapi, sampai akhir Januari belum cair. “Padahal, kami butuh untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Ia mengaku mendapat informasi honornya akan turun pada pertengahan bulan depan. Serta, akan dirapel untuk honor tiga bulan. “Kami berharap cepat turun. Itu kan hak kami. Jika tidak turun juga, bagaimana kami memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Namun, ternyata tidak semua honor tenaga honorer itu nyangkut. Ada juga yang mengaku sudah cair. Tenaga honorer lainnya mengatakan, Organisasai Perangkat Daerah tempatnya bekerja mengajukan SK komulatif atau SK sementara untuk mencairkan gaji tenaga honorernya. Hasilnya, bayaran itu pun cair.

“Kalau di saya sudah turun. Soalnya dinas mengajukan SK komulatif. Makanya, gaji saya turun, tidak seperti di instansi lain,” ujar pegawai yang juga enggan disebutkan namanya itu.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Probolinggo Abdul Halim membenarkan perihal belum turunnya gaji itu. Menurutnya, belum cairnya honor itu karena SK Bupati masih dalam proses. “Nanti jika sudah selesai akan turun,” ujarnya.

Menurutnya, setiap tahun ada perbaruan SK Bupati. SK pada tahun sebelumnya diperbaharui. Ia memastikan, tanda tangan Bupati sudah turun dan pencairannya masih diproses di Bagian Keuangan. “SK-nya sudah turun. Saat ini masih diproses di keuangan,” ujarnya. (sid/rud)