Tangkap 16 Tersangka, Penganiayaan oleh Debt Collector hingga Pemerkosaan

MAYANGAN – Sebanyak 16 tersangka berbagai kasus diamankan Polres Probolinggo Kota selama dua bulan terakhir. Mulai perjudian, begal, penganiaayan oleh debt collector, pencabulan anak di bawah umur, dan pencurian dengan kekerasan (curas).

Keenam belas tersangka tersebut dikeler petugas saat pers rilis di Mapolresta, Kamis (28/2) siang. Kasus perjudian masih mendominasi tangkapan Polresta. Sementara kasus yang menonjol yaitu penganiayaan oleh debt collector.

Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal mengatakan, dari 16 tersangka itu, ada beberapa kasus yang menonjol. Yakni, penganiayaan oleh debt collector.

Dua tersangka diamankan dalam kasus itu. Yaitu, Endi, 46, warga Dusun Krajan II, RT 1/RW 3, Desa Sepoh Gembol, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo. Dan Anang Sugianto, 32, Dusun Krajan, RT 2/RW 5, Kelurahan Pohsangit Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo.

Keduanya diamankan lantaran diduga menganiaya seorang pengguna motor. Mereka dijerat pasal 368 ayat (1) jo 170 ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan, dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

“Saat ini marak sekali perampasan yang dilakukan oleh debt collector. Padahal, tindakan tersebut melanggar hukum. Oleh sebab itu, jika ditemukan ada debt collector, segera laporkan pada kami. Kami yang akan menindak,” bebernya.

Polresta juga berhasil mengamankan pelaku pencurian dengan kekerasan atau perampokan di PT Panca Pilar di Jalan Raya Brantas, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo.

Aksi perampokan tersebut dilakukan Selasa (7/10/2017) pukul 19.00. Satu dari dua pelaku atas nama Sahrul, 24, warga Dusun Dawuhan, Desa Kedungsupit, Kecamatan Wonomerto, berhasil diamankan. Sedang satu lagi berinisial TN, masih buron.

“Sahrul terancam pasal 365 KUHP dengan kurungan 9 tahun penjara. Sedang satu lagi saat ini masih DPO,” bebernya.

Aksi pencurian dengan kekerasan juga dilakukan oleh Rahman alias Abdul Rahman alias Man, 33, asal Dusun Randu Kuning, RT 3/RW 2, Desa Bulang, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo. Peristiwanya terjadi Selasa (29/1), pukul 09.30 di Jl Brantas, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan. Rahman yang sempat melarikan diri akhirnya berhasil diamankan oleh Polresta.

“Sempat melarikan diri, namun berhasil kami amankan. Ancamanya sama, yakni pasal 365 KUHP dengan kurungan 9 tahun penjara,” tandasnya.

Polresta juga merilis Samsul Bahri, 22, tersangka pencabulan asal Desa Mentor, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Dia disangka mengerjai SNY, 16, kekasihnya. Samsul  ditangkap di Bali, Senin (18/2).

“Samsul terancam pasal 01 sub pasal 82 UU RI No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun penjara,” jelasnya. (rpd/hn)