Target Cukai di 2019 Naik Rp 8,9 Triliun Dari Tahun Sebelumnya

BANGIL – Tercapainya realisasi penerimaan cukai di Pasuruan pada tahun 2018 lalu membuat target cukai di tahun 2019 dinaikkan. Jika tahun lalu Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) A Pasuruan awalnya hanya ditarget sebesar Rp 40,383 Triliun, tahun 2019 ini naik menjadi Rp 49,2 Triliun.

Sugeng Harianto, Kepala KPPBC TMP A Pasuruan melalui Edi Budi Santoso, Kasi Penyuluhan dan Layanan Informasi mengatakan sudah mendapatkan angka target penerimaan cukai di Pasuruan. Hasilnya, tahun 2019 ini memang ada kenaikan target yang cukup signifikan.

“Sebelumnya untuk target cukai awal di Pasuruan memang awalnya Rp 40,383 Triliun. Setelah melihat perkembangan dan bisa ada kenaikan, maka pada akhir tahun 2018 lalu menjadi ditargetkan hingga Rp 45,622 Triliun,” terangnya.

Kendati ada kenaikan target di akhir tahun yang cukup tinggi, sampai tutup tahun 2018 lalu bisa terealisasi hingga Rp 47,118 Triliun atau 103,28 persen. Melihat realisasi tahun sebelumnya, pusat akhirnya menargetkan penerimaan cukai di Pasuruan tahun ini juga ada kenaikan yang cukup signifikan.

Dengan target yang cukup tinggi hingga Rp 49,2 Triliun, memang banyak tantangan yang dihadapi di tahun 2019 ini. Apalagi di tahun 2019 untuk pajak rokok dan tarif cukai juga tidak ada kenaikan. Sehingga jika produksi dan konsumsi sama, maka bisa berimbas pada penerimaan cukai yang kurang lebih sama dengan tahun lalu.

“Sehingga langkah kami lebih intens mengawasi pasar. Terutama peredaran rokok ilegal. Kantor Bea Cukai terus melakukan penindakan agar rokok ilegal bisa ditekan,” terangnya. Termasuk memantau produksi di perusahaan rokok agar bisa mencapai target produksi.

Melihat realiasasi tahun 2018 lalu yang bisa mencapai Rp 47 Triliun, Kantor Bea Cukai Pasuruan tetap optimistis dengan target Rp 49,2 Triliun tetap bisa tercapai hingga tutup tahun 2019 mendatang. (eka/fun)