Butuh 4.379, Pendaftar Pengawas TPS di Kab. Pasuruan Hanya 4.055

PASURUAN – Usaha Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pasuruan memenuhi kuota pendaftar pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS), belum berhasil. Meski sempat membuka pendaftaran gelombang kedua, namun kuotanya juga belum terpenuhi. Sampai ditutup pada 27 Februari, baru terpenuhi 93 persen.

Koordinator Divisi SDM dan Organisasi Bawaslu Kabupaten Pasuruan Puji Mulyono mengatakan, pengawas TPS di Kabupaten Pasuruan butuh 4.379 orang. “Sebelumnya kami buka sebanyak 4.371 pengawas TPS. Setelah ditambah 8 TPS, total kebutuhan pengawas TPS saat ini mencapai 4.379 orang,” ujarnya.

Pendaftaran pengawas TPS ini dibuka sejak 4-21 Februari. Karena pada gelombang pertama hanya ada 3.456 pendaftar, dibuka gelombang ke dua mulai 25-27 Februari. Namun, jumlah pendaftar hanya 4.055 orang atau masih 93 persen dari target.

“Masih kurang 324 orang. Kami masih menunggu instruksi dari Bawaslu Pusat terkait kekurangan ini. Karena tidak hanya Kabupaten Pasuruan, di berbagai daerah juga ada yang belum mencapai kuota pendaftar,” ujarnya.

Puji mengatakan, sulitnya mendapatkan pendaftar pengawas TPS karena faktor teknis. Seperti harus minimal ijazah SMA dan berusia di atas 25 tahun. Hal ini menjadi menghambat, terutama di daerah dataran tinggi, seperti Kecamatan Prigen dan Puspo, serta di daerah industri.

“Kontraknya juga hanya sebulan, sehingga banyak yang memilih bekerja di pabrik daripada jadi pengawas TPS. Sedangkan, di daerah pegunungan kebanyakan karena faktor syarat administrasi,” jelasnya.

Meski belum mencapai kuota, Puji mengatakan, jika ada tambahan waktu pendaftaran lagi, nantinya semua pendaftar tetap harus mengikuti tes wawancara. “Tetap semua pendaftar yang masuk akan dites wawancara karena pengawas TPS ini menjadi ujung tombak pengawas di TPS,” ujarnya. (eka/rud)