Carok di Pondok Wuluh Dipicu Asmara, Istri Digoda

BEDA VERSI: Tono (kiri) saat dimintai keterangan oleh petugas Polsek Leces. Ia menyebut, istrinya diganggu oleh Elyas Pradana. Sementara versi bapak-anak asal Bantaran yang alami luka berat usai bacokan, Tono lah yang mengganggu istri Elyas. (Foto: Zainal Arifin/ Radar Bromo)

Related Post

LECES-Aksi bacokan di Blok Kedung, Desa Pondok Wuluh, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo Jumat siang (1/3) sejauh ini masih diselidiki polisi. Dari penyelidikan awal, aksi carok itu dipicu urusan asmara.

Hal itu diungkapkan oleh Kapolsek Leces, Iptu A.Gandi. Menurutnya, pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi terkait aksi carok itu.

Hasilnya, carok itu memang dipicu motif asmara. “Dari keterangan pihak Asan Adun dan Elyas (bapak dan anak asal Kedungrejo, Bantaran), istri Elyas disebutkan digoda oleh Tono. Namun dari keterangan Tono, sebaliknya. Ia menyebut, istrinya yang digoda oleh Ilyas,” terang perwira polisi dengan dua setrip di pundaknya itu.

Menurutnya, Bapak dan Anak asal Kedungrejo, Bantaran itu hendak mendatangi rumah Tono dengan membawa celurit. Sementara Tono yang mengaku sudah pernah diancam, juga berjaga membawa celurit.

Lokasi bacokan itu sendiri tak jauh dari rumah Tono dan masjid tempat ia baru melaksanakan Salat Jumat. Saat ketiganya terlibat bacokan, sejumlah kerabat Tono disebutkan datang membantu. Hal itu pun membuat sang bapak dan anak itu akhirnya mengalami sejumlah luka bacokan hingga harus dilarikan ke Puskesmas Bantaran.

Iptu gandi menegaskan, pihaknya masih melakukan pendalaman terkait aksi carok itu. Sejauh ini, polisi belum menetapkan siapa pelaku dan korba carok itu.

BERJAGA: Kerabat korban bapak-anak asal Kedungrejo Bantaran saat menunggu di Puskesmas Bantaran. (Zainal Arifin/ Radar Bromo)

Mengingat, Asan dan Elyas, yang mendatangi Tono, juga membawa senjata tajam. Namun yang lukanya lebih parah adalah bapak dan anak itu. “Kami masih dalami dulu,” bebernya.

Sementara Rohim, Kepala Desa Kedungrejo pada saat dijumpai di Puskesmas Bantaran, hanya mengatakan aksi carok itu terjadi dipicu urusan asmara.

Rohim juga tak menjelaskan istri siapa yang digoda hingga memicu pertumpahan darah itu. Tapi menurutnya, kedua warganya yang berstatus bapak dan anak itu dikeroyok oleh banyak orang.

Menurutnya, ada sekitar 6 orang yang mengeroyok dua warganya. Oleh sebab itu dua warganya alami luka yang cukup parah. “Kejadian ini akibat asmara. Selain itu mereka dikeroyok oleh banyak orang  disana,” ujar singkat sang kades. (rpd/mie)