Gugatan Warga Probolinggo Ini Terkait Lahan Milik PT KAI Ditolak

MAYANGAN – Hakim menolak gugatan yang diajukan A.M Wenny kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI) atas tanah aset nomor 239 milik PT KAI. Tanah ini berada di Jl Suroyo, di depan Bank BRI, Kota Probolinggo.

Penolakan gugatan tersebut disampaikan ketua majelis hakim saat sidang putusan sela di Pengadilan Negeri (PN) Kota Probolinggo, Kamis (28/2) siang. Dalam sidang yang berlangsung pukul 13.15, itu bertindak sebagai hakim ketua yaitu Eva Rina Sihombing dan hakim anggota, Anton Saigul dan Lucy Ariesty. Turut hadir Ikhwan, kuasa hukum dari pihak penggugat dan Piter Samosir, kuasa hukum dari PT KAI.

Gugatan ditolak menurut hakim ketua karena dalam kasus yang sama sudah diajukan banding, kasasi, bahkan Peninjauan Kembali (PK) dan hasilnya sudah inkracht. Kasus tersebut dimenangkan oleh PT KAI.

Kuasa Hukum PT KAI Piter Samosir mengungkapkan, sebelumnya kasus yang sama sudah pernah disidangkan dan kalah. Bahkan, sampai kasasi dan PK. Dan hasilnya, dimenangkan oleh PT KAI.

Oleh sebab itu, majelis hakim pada sidang putusan sela menolak gugatan yang kembali diajukan. “Ini, sudah bolak balik. Bahkan, kalau tidak salah ini yang ke enam kalinya,” terangnya.

Terpisah, Ikhwan, kuasa hukum penggugat menyatakan, pihaknya tidak menyerah begitu saja. Pihaknya akan terus mengajukan banding setelah hasil putusan sela tersebut. “Tetap kami akan ajukan banding,” ujar singkat pria berambut gondrong tersebut.

Tanah aset PT KAI itu sudah lama ditempati warga setempat. Saking lamanya, pihak keluarga yang mengaku telah membeli tanah tersebut, membangun sebuah warung semipermanen.

Namun kemudian, pihak PT KAI hendak menertibkan warung yang berada di tanah aset negara itu. Sayangnya penertiban itu tak berjalan mulus.

Humas DAOP 9 Lukman Arif mengatakan, PT KAI akan terus berkomitmen pada aset negara yang dipercayakan ke PT KAI. Penertiban akan tetap dilaksanakan. Namun, tentunya tetap mempertimbangkan kondusivitas wilayah.

“Kami akan terus melakukan penertiban pada seluruh aset PT KAI. Sebab, asetnya sangat banyak dan ada di banyak wilayah. Terutama jika dikuasai oleh orang-orang yang tidak berhak,” terangnya.

Untuk kasus ini, pihaknya mempersilakan pemilik warung melanjutkan proses hukum. “Yang jelas PT KAI memiliki sertifikat resmi atas tanah aset nomor 239 seluas 510 meter persegi dengan luas bangunan 66 meter persegi itu. (rpd/hn)