Ibu-Ibu Desa Karangkliwon Dilatih agar Memiliki Keterampilan

Pemerintah Desa Karangkliwon, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, terus berusaha meningkatkan peluang usaha dan pekerjaan bagi warganya. Salah satunya dengan memberikan pelatihan bagi para ibu dan pemuda.

ERRI KARTIKA, Grati

Desa Karangkliwon, Kecamatan Grati, memiliki berbagai potensi ekonomi. Selain lahan pertanian, sejumlah bidang lainnya terus tumbuh. Mulai peternakan, perikanan, sampai usaha mandiri seperti bata dan industri keripik dan olahan kue.

Adanya sejumlah peluang usaha ini ditangkap dengan serius oleh Pemerintah Desa Karangkliwon. Mereka tidak mau menyia-nyiakan sejumlah potensi perekonomian di desanya. Salah satunya dengan terus membekali warganya dengan sejumlah keterampilan. Kegiatan mengasak skill warga itu, dilakukan melalui beragam pelatihan.

Penjabat Kepala Desa Karangkliwon Sholikin mengatakan, pihaknya sangat mendukung dengan adanya sejumlah usaha mandiri yang dijalankan warganya. Sehingga, warganya bisa mencari peluang usaha lain, selain pertanian untuk meningkatkan perekonomiannya. “Selain mulai banyak usaha mandiri, dari desa juga ikut mendorong agar terus tumbuh wirausaha baru,” ujarnya.

Demi meningkatkan perekonomian, dibutuhkan wawasan dan keahlian khusus. Karenanya, pemerintah desa mendukung segala upaya warga agar ada peluang usaha baru yang terus tumbuh. Sehingga, juga bisa mengurangi angka pengangguran.

Upaya ini makin maksimal dengan aktifnya kegiatan PKK Desa Karangkliwon. Selama ini PKK juga rutin memberikan pelatihan kepada anggotanya. Paling sering mereka mengajarkan cara memasak dan membuat olahan makanan kue dan roti.

“Selain untuk meningkatkan kemampuan membuat kuliner, juga diberikan ilmu bagaimana memasarkan produknya. Harapannya, tidak hanya bisa membuat, tapi ke depan juga bisa dijadikan tambahan sumber penghasilan baru,” ujarnya.

Tak hanya kepada para ibu yang mayoritas ibu rumah tangga, pemerintah desa juga melatih para pemudanya. Sholikin mengatakan, bentuk pemberdayaan pemuda ini salah satunya melalui pelatihan. Salah satunya pelatihan mengemudi mobil. “Di sekitar sini banyak kebutuhan menjadi sopir. Karena itu, kami akan fasilitas pemuda agar bisa menyetir, termasuk kepemilikan SIM,” ujarnya.

Menurutnya, memiliki keterampilan mengemudi mobil, bisa menjadi modal bekerja. Salah satunya dengan menjadi sopir di perusahaan. “Harapannya, dengan pelatihan sopir ini juga bisa menambah skill pemuda dan mengurangi pengangguran,” ujarnya. (rud)