Lebar Jalan Raya Gending Bakal 11 Meter, Progres Proyek 30 Persen

LEBIHI TARGET: PPK jalan nasional wilayah Probolinggo-Situbondo mengecek rekonstruksi Jalan Raya Gending, Kamis (28/2). Rekonstruksi berlangsung 15 persen lebih cepat dari jadwal awal. (Zainal Arifin/Radar Bromo)

Related Post

GENDING – Rekonstruksi Jalan Raya Gending terus dikebut. Hingga Kamis (28/2), pengerjaan rekonstruksi jalan sepanjang 7,15 kilometer itu sudah mencapai 30 persen.

PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) Jalan Nasional Wilayah Probolinggo-Situbondo mengklaim, progres pengerjaan sudah melebihi target. Tommy Andika selaku PPK Jalan Nasional wilayah Probolinggo-Situbondo mengatakan, rekonstruksi Jalan Raya Gending sepanjang 7,15 km menggunakan rigid pavement atau pengerasan bahu dengan beton.

Di sepanjang jalan itu, dilakukan pengerasan bahu jalan selebar 4 meter. Sehingga, nantinya Jalan Raya Gending sepanjang 7,15 km itu memiliki lebar 11 meter.

”Pembangunan ini paket dana hibah sebesar Rp 185 miliar sepanjang Probolinggo-Situbondo. Khusus sepanjang 7 kilometer Jalan Raya Gending ini, penanganan rigid pavement. Nantinya, lebar jalan ini 11 meter dengan beton semua,” katanya.

Sejauh ini, menurut Tommy, pengerjaan proyek rekonstruksi jalan raya di Gending sudah berjalan sesuai rencana. Sampai saat ini, progres pengerjaan mencapai 30 persen.

Pencapaian itu sudah melebih target seharusnya, yaitu 15 persen. ”Pengerjaan ini harus selesai sebelum akhir tahun 2019. Sejauh ini rekonstruksi berjalan sesuai rencana,” terangnya.

Rekonstruksi jalan raya dengan pengerasan bahu jalan dikatakan Tommy, bertujuan memantapkan kondisi jalan. Sehingga, pengguna jalan dapat melintas dengan nyaman dan memberikan keselamatan.

Selain itu, selama ini terjadi peningkatan arus lalu lintas di sana. Sehingga, diharapkan pemantapan kondisi jalan raya pantura ini dapat meningkatkan perekonomian warga. Mengingat, jalur pantura ini merupakan penghubung wilayah Bali – Surabaya.

”Penanganan jalan ini menggunakan beton biasa yang disebut rigid pavement. Dengan lebar awal perkerasan 7 meter menjadi 11 meter atau bisa disebut bahu diperkeras. Sehingga, mengamankan kondisi bahu jalan. Kondisi bahu jalan yang aman otomatis meminimalisasi kerusakan pada badan jalan dan jalan akan awet,” terangnya.

Project Manager Jalan Agus Deddy Karyadi saat dikonfirmasi mengatakan, pengerjaan rekonstruksi jalan raya ini sudah mencapai 30 persen dari rencana 15 persen. Artinya, sudah melebihi 15 persen. Meskipun diakuinya, ada hambatan-hambatan dalam proses pengerjaan yang dekat dengan permukiman warga.

”Kami terus berupaya mengerjakan rekonstruksi jalan ini sebaik mungkin. Kami berharap pembangunan jalan ini bisa menambah kenyamanan dan keamanan bagi pengguna jalan,” katanya. (mas/hn)