MUI Bakal Gandeng Instansi untuk Minimalisir Penyakit Masyarakat

KRAKSAAN – Pemberantasan penyakit masyarakat (pekat) tak cukup dilakukan oleh aparat semata. Perlu ada kerjasama yang intens agar pekat mampu dimimimalisir. Termasuk lembaga seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI). Hal itu pula yang menjadi materi rapat kerja daerah MUI Kabupaten Probolinggo, Kamis (28/2).

PENYAKIT MASYARAKAT: PSK yang pernah terjaring Satpol PP beberapa waktu lalu. MUI akan menggandeng sejumlah instansi untuk ikut memerangi pekat. (Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

H Yasin selaku sekretaris MUI setempat menyebutkan, rakerda yang digelar di gedung Islamic Center tersebut salah satunya membahas tentang program MUI dalam meminimalisir penyakit masyarakat. Tujuannya yaitu untuk menciptakan masyarakat Probolinggo yang aman dan juga berakhlakul karimah.

“Tadi (Kamis) dibahas juga tentang (penyakit masyarakat) itu. Untuk program tahun ini kami memiliki program guna meminimalisir penyakit masyarakat,” ujarnya saat dikonfirmasi seusai gelaran Rakerda.

Lebih lanjut, menurutnya, penyakit masyarakat tersebut tidak bisa secara langsung untuk diberantas. Untuk itu, pihaknya hanya berupaya untuk meminimalisir. Caranya, yaitu bekerjasama dengan instansi terkait.

“Kalau kami sendiri tidak bisa melakukannya sendiri. Makanya kami bekerjasama dengan pihak kepolisian, Satpol PP, dan juga instansi terkait lainnya. Itu salah satu cara kami untuk melakukan minimalisir penyakit masyarakat,” tandasnya.

Saat ditanya perihak beberapa kali dilakukan penangkapan oleh Satpol PP dan dilepas dengan syarat adanya surat pernyataan, menurutnya lebih baik dikaji terlebih dulu. Misalnya, jika ada pasal pidananya, maka sebaiknya dilimpahkan kepada yang berwajib. Sebab, jika tidak seperti itu maka akan memunculkan pengulangan kembali.

“Iya seperti itu. Makanya nanti kami akan kumpul bersama. Tujuannya agar saling memahami perannya bersama. Ngomong masalah penyakit masyarakat ini tidak mudah. Butuh peran bersama,” terangnya.

Rakerda yang digelar oleh MUI itu, dimulai sejak pagi sekitar pukul 8.00 wib. Dihadiri oleh puluhan anggota dan pengurus MUI se Kabupaten Probolinggo. Acara tersebut berjalan sekitar 7 jam dan berakhir sekitar pukul 14.30 Wib. (sid/fun)