Pajak Penerangan Jalan Capai Rp 120 Miliar, Tembus 103 Persen Lebih

IKUT MENYUMBANG: Lampu penerangan di kawasan Kabupaten Pasuruan yang dipotret dari dataran tinggi. Penerimaan PAD dari pajak penerangan jalan terus meningkat, lantaran banyak pemanfaatan sumber energi, terutama dari pengguna PLN. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PURWOREJO – Pajak penerangan jalan (PPJ) menjadi salah satu pajak daerah dengan penyumbang PAD tertinggi selama tahun 2018 di Kabupaten Pasuruan. Jumlahnya mencapai Rp 120,5 miliar.

SUMBANGSIH: Penerangan jalan umum yang ikut menyumbang pemasukan dari pajak. (Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

Jumlah ini melebihi target yang ditentukan sebesar Rp 116 miliar. Dengan kata lain, realisasi Rp 120,5 miliar ini mencapai 103,38 persen.

Mokhammad Syafi’i, kabid Pendataan, Penetapan, dan Pelaporan Pendapatan di BKD Kabupaten Pasuruan menjelaskan, PPJ merupakan pajak daerah yang memiliki target tertinggi di Kabupaten Pasuruan. Karena melihat realisasi yang cukup bagus, di Perubahan APBD 2018, targetnya dinaikkan.

“Target awal tahun sebesar Rp 112 miliar. Karena diprediksi bisa naik lagi, sampai akhir tahun target dinaikkan menjadi Rp 116 miliar,” terangnya.

Artinya, ada kenaikan target sebesar Rp 4 miliar dan terbukti, realisasi PPJ ini sampai akhir tahun justru melebihi target. Dari target Rp 116 miliar, bisa tercapai Rp 120,5 miliar atau tercapai 103,38 persen.

Tingginya penerimaan PPJ dikatakan Syafi’i, lantaran banyak pemanfaatkan sumber energi, terutama dari pengguna PLN. Seperti banyak pelanggan baru atau pelanggan PLN yang menaikkan dayanya.

PPJ sendiri menurutnya adalah pajak yang dibebankan untuk pemanfaatan energi yang bersumber dari listrik (PLN) atau energi sendiri. Energi sendiri ini berupa gas negara, genset, batu bara, dan sebagainya.

Dikatakan Syafi’i, hingga 90 persen penerimaan PPJ berasal dari pajak penggunaan listrik yang disuplai oleh Perusahaan Listrik Negara. Sedangkan sisanya dari energi gas negara, genset, batu bara, dan sebagainya. Namun, dengan banyaknya investasi, penggunaaan listrik dari perusahaan dan rumah tangga, penerimaan PAD dari PPJ makin meningkat. (eka/hn/fun)