Selama Januari-Februari, Sudah Dua Meninggal karena DBD

BANGIL – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Pasuruan bikin waswas. Pasalnya, dua bulan terakhir sudah dua warga meninggal dunia. Selain itu, selama Januari hingga Februari, tercatat 52 warga kabupaten terserang DBD.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pasuruan Agung Basuki mengklaim, kasus DBD yang terjadi tahun ini masih lebih tinggi tahun lalu. Diketahui, sepanjang 2018 lalu, ada sekitar 150 kasus DBD. Empat kasus di antaranya, menyebabkan meninggal dunia.

Hanya saja, hal itu menurut Agung, tak bisa jadi acuan. Pasalnya, kejadian tahun ini baru akumulasi dari dua bulan. “Memang secara keseluruhan, kasusnya tak sebanyak tahun lalu. Tapi, saat ini kan baru awal tahun,” terangnya. Karena itulah, ia meminta warga waspada untuk mengatasi ancaman DBD.

Berbagai cara dilakukan Dinkes untuk mengatasinya. Mulai dari sosialisasi, hingga gerakan pemberantasan sarang nyamuk yang melibatkan warga. “Peran warga sangat penting. Keberadaan satu rumah satu juru pengawas jentik sangat berdampak untuk mengurangi risiko ancaman DBD,” tukasnya.

Maklum, munculnya genangan-genangan air bisa menjadi tumbuh kembangnya nyamuk Aedes aegypti. “Hal inilah yang patut diwaspadai. Karena genangan air yang ada, bisa menjadi sarang nyamuk berkembang,” jelasnya. Di samping itu, kegiatan fogging juga dilakukan. Dengan catatan, jika memang diperlukan.

Sebelumnya, pasien DBD yang dirawat di RSUD Bangil hingga akhir bulan lalu mengalami peningkatan. Pasien DBD didominasi oleh anak-anak yang mencapai 60 persen yang dirawat inap di RSUD Bangil. Tingginya jumlah pasien DBD sudah terasa sejak bulan Desember 2018. Tercatat dalam bulan tersebut ada sebanyak 52 pasien yang dirawat inap di RSUD Bangil.

Diperkirakan, penderita DBD akan tetap tinggi selama musim hujan. Masyarakat diimbau mampu menjaga lingkungan sekitar agar tidak ada genangan air seperti di selokan, kamar mandi, bak air terbuka, pot yang menambung air yang membuat berkembangnya jentik air. Termasuk menggalakkan 4M yaitu menguras, menutup, mengubur, dan mengawasi agar penderita DBD bisa berkurang. (one/rf/fun)