2018 Kebakaran Meningkat di Kota Pasuruan, Mayoritas di Tempat Usaha

PURWOREJO-Intensitas kebakaran di Kota Pasuruan rupanya masih cukup tinggi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat, sepanjang 2018 telah terjadi 30 kebakaran. Mayoritas kebakaran ini terjadi di tempat usaha.

Dengan rincian, tempat usaha menjadi lokasi yang paling rawan terbakar dengan sembilan kali kejadian. Sementara rumah hanya tujuh kali dan lahan kosong sebanyak 14 kali. Kondisi ini tidak terlepas dari kemarau yang lebih lama.

Ketua Pelaksana BPBD Kota Pasuruan Yanuar Afriansyah menyebut, jumlah kebakaran pada 2018 lebih tinggi dibandingkan tahun 2017. Pada 2017, kebakaran di Kota Pasuruan terjadi 22 kali.

“Musim kemarau lebih lama dan sangat menyengat tahun lalu, sementara pada 2017 sempat terjadi musim kemarau basah. Seringkali turun hujan saat kemarau. Makanya kebakaran pada 2018 lebih sering terjadi,” jelas Yanuar.

Yanuar menjelaskan, kebakaran ini disebabkan beragam faktor. Di antaranya, karena panas yang menyengat dari matahari. Namun, paling sering karena disebabkan kelalaian. Seperti lupa mematikan puntung rokok, elpiji, dan korsleting listrik.

Karena itu, masyarakat diminta tetap mewaspadai benda-beda yang mudah terbakar. Seperti penumpukan kertas atau plastik, maupun bahan yang mudah terbakar. Sebab, media ini bisa mempercepat api membesar.

Menurutnya, BPBD tetap menyiagakan petugas pemadam kebakaran (damkar) selama 24 jam dengan pembagian tiga shift. Sehingga, diharapkan masyarakat setempat selalu aktif menghubungi unit damkar jika bencana terjadi.

“Kami selalu siaga 24 jam, sehingga masyarakat bisa langsung menghubungi kami jika ada kebakaran. Namun, kebakaran bisa diantisipasi oleh masyarakat dengan selalu mewaspadai benda yang mudah terbakar dan tidak lupa mematikan listrik saat bepergian,”pungkasnya. (riz/hn)