Alokasi Dana Hibah untuk PSSI Kota Pasuruan Turun, Pengurus Ketar-ketir

PASURUAN – Menyusutnya dana hibah yang dikucurkan Pemkot Pasuruan ke Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) berdampak pada cabang olahraga sepak bola. Jika tahun lalu anggaran untuk PSSI sekitar Rp 900 juta, tahun ini turun 35 persen menjadi Rp 583 juta.

Ketua KONI Kota Pasuruan Sugeng Pradikto menyampaikan, turunnya dana hibah untuk PSSI disebabkan turunnya hibah yang diberikan pemkot tahun ini. Dimana tahun 2018, KONI menerima dana hibah senilai Rp 10 miliar. Sedangkan tahun ini, Rp 7,9 miliar.

“Memang ada beberapa pos anggaran yang kami ajukan tidak disetujui tahun ini. Sehingga, nilainya turun dari tahun lalu. Ini juga pasti berdampak pada cabor-cabor yang ada,” ucapnya. Anggaran miliaran itu, menurut Sugeng –sapaan akrabnya–, akan dibagi ke seluruh cabor yang ada.

Hingga saat ini tercatat ada 27 cabor yang terdaftar di KONI. Tetapi, besaran anggaran yang diberikan pada masing-masing cabor berbeda. “Tentu disesuaikan dengan kebutuhan untuk pembinaan atlet dan evaluasi pencapaian prestasi,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris PSSI Askot Pasuruan Mochamad Saichu membenarkan turunnya anggaran untuk PSSI tahun ini. Saichu juga tak memungkiri, menyusutnya anggaran yang diterima PSSI itu juga diakibatkan menurunnya capaian prestasi tim sepak bola yang ada.

“Memang ada penilaian dari KONI. Yang jelas juga karena prestasi kita selama ini,” kata dia. Hanya saja, pihaknya khawatir menyusutnya anggaran itu akan berdampak pada pembinaan atlet. Padahal, pos anggaran yang mesti dikeluarkan juga tetap. Selain untuk kegiatan rutin, pembinaan pemain-pemain muda juga tetap berlangsung.

“Kami harus mengalokasikan untuk beberapa kegiatan di Persekap, Persekap Junior, dan juga kompetisi internal yang digelar setiap tahun untuk menjaring pemain muda yang memiliki potensi,” paparnya.

Tak hanya itu, kebutuhan anggaran untuk cabor saat ini, kata Saichu, juga dipastikan membengkak. “Karena juga ada kebutuhan untuk tim Pra Porprov juga kan? Makanya, kami perhitungkan pengeluaran secara matang dulu. Kalau memang nanti ada kekurangan, harapan kami bisa mengajukan anggaran tambahan,” tutupnya. (tom/fun)