Ayah Tiri yang Hamili Anaknya Akhirnya Dilaporkan ke Polisi

PURWOREJO – Pemkot Pasuruan merealisasikan janjinya untuk memberikan pendampingan pada Bunga (nama samaran) dan keluarganya. Pemkot mengantar keluarga korban mengadukan persetubuhan yang dialami anak berkebutuhan khusus (ABK) ini pada Polres Pasuruan Kota, Kamis (28/2).

Jumat (1/3), Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Pasuruan Kota didampingi oleh Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Pasuruan melakukan visum pada Bunga. Visum ini dilakukan di RSUD dr Soedarsono Kota Pasuruan.

Kanit PPA Satreskrim Polresta Pasuruan Ipda Suwondo membenarkan adanya pelaporan persetubuhan yang dialami oleh Bunga. Pihaknya memastikan laporan ini bakal ditindaklanjuti. Sebab, ada bukti berupa janin yang dikandung oleh Bunga.

“Laporan sudah kami terima. Tentunya kami bakal menindaklanjutinya. Yang jelas memang ada persetubuhan dengan usia kandungan yang sudah mencapai tiga bulan,” jelasnya.

Suwondo menjelaskan, pihaknya berencana untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di kamar tidur di rumah milik ayah tiri korban, MS. Namun, karena aksi ini sudah terjadi lebih dari tiga bulan lalu, sehingga kemungkinan bukti persetubuhan di TKP sudah hilang.

“Kami masih menunggu hasil visum dari dokter termasuk melakukan olah TKP. Kemungkinan baru besok (hari ini, Red). Tujuannya, untuk kelengkapan berkas penyidikan persetubuhan,” ungkap Suwondo.

Ia menyebut, saat ini MS masih berstatus sebagai terlapor. Lokasi keberadaannya juga belum diketahui. Diduga MS kabur ke luar Kota Pasuruan di hari yang sama dengan kepergian Bunga dan ibunya ke Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, beberapa waktu lalu.

DAPAT PERLINDUNGAN: Bunga bersama keluarga sebelum diperiksa kesehatannya di puskesmas Kandangsapi. (Foto : Istimewa)

“Kami juga masih mencari keberadaan MS. Ia sudah tidak berada di rumahnya, maupun di tempat kerjanya di Pasar Poncol. Rencananya, kami panggil untuk minta keterangan,” jelasnya.

Pendamping dari P2TP2A Kota Pasuruan Irfianto menambahkan, kondisi kehamilan Bunga dalam keadaan baik dan normal. Bunga sendiri juga dalam kondisi baik dan belum menunjukkan adanya gejala jika dirinya mengalami trauma.

“Kami bakal terus melakukan pendampingan sesuai permintaan keluarganya. Yang jelas, saat ini Bunga dan ibunya berada dalam kondisi aman di bawah pengawasan sekolahnya,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bunga yang merupakan ABK diketahui tengah mengandung. Usia kandungan penyandang tunagrahita ini sudah tiga bulan. Yang mengejutkan, Bunga hamil akibat perbuatan MS, ayah tirinya. Hingga kemudian, pihak sekolah mendapat informasi perubahan sikap dan perilaku Bunga.

Setelah diselidiki, ternyata Bunga memang hamil. Usut punya usut, pria yang menghamili Bunga tak lain adalah ayah tirinya sendiri. Saat itu, NS, ibu Bunga tak berani melaporkan sang suami ke polisi karena berada di bawah tekanan. Bahkan, atas perintah MS, NS berniat menggugurkan kandungan Bunga. Namun, upaya ini urung usai keluarga Bunga melarangnya.

Sebelumnya, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Pemkot Pasuruan mengantar Bunga untuk memeriksakan kandungannya di Puskesmas Kandangsapi. (riz/fun)