Bawaslu Ajukan Pemindahan Kantor setelah Pilpres

PASURUAN– Lokasi kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang masih berada di Kota Pasuruan belum direncakan pindah dalam waktu dekat. Bawaslu baru berencana mengajukan kembali pemindahan kantor setelah perhelatan Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) April mendatang.

Hal itu diungkapkan M. Nasrup, ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pasuruan. Dia mengatakan bahwa kantor Bawaslu saat ini secara aturan memang masih belum sesuai dengan ketentuan. Semestinya harus terletak di ibu kota setempat.

“Namun karena memang waktunya saat ini fokus untuk persiapan pilpres mendatang, sehingga saat ini masih belum ada rencana pindah dalam waktu dekat,” terangnya.

Sebelumnya saat masih bernama Panitia Pengawas Pemilih (Panwaslih), sejatinya sudah mengajukan perpindahan kantor ke Bangil yang merupakan ibu kota Kabupaten Pasuruan. Namun saat itu belum ada gedung yang reprensentatif dan siap digunakan sebagai kantor Bawaslu. Sedangkan KPU Kabupaten Pasuruan sendiri lokasinya sudah berada di Bangil.

Nasrup menambahkan, terkait aturan UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu disebutkan bahwa Kantor Bawaslu memang harus berada di Ibu Kota daerah. “Rencananya nanti setelah Pilpres dan Pileg selesai, kita akan ajukan kembali terkait perpindahan kantor Bawaslu ke Bangil,” terangnya.

Sedangkan kantor Bawaslu saat ini yang berada di Kota Pasuruan sejatinya sudah cukup representatif. Hanya saja bila terkait dokumen alamat dan ketentuan memang seharusnya berpindah ke Bangil yang merupakan Ibu kota kabupaten Pasuruan. (eka/fun)