Kurun Dua Tahun, Lahan Kebun Berkurang Ribuan Hektare

DRINGU – Berkurangnya lahan pertanian di Kabupaten Probolinggo ternyata bukan hanya terjadi pada lahan sawah. Tetapi, juga terjadi pada lahan kebun. Dua tahun terakhir yakni 2016-2017, lahan kebun di Kabupaten Probolinggo berkurang sekitar 3 ribu hektare.

Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) setempat mencatat, pada 2016 lalu lahan kebun sebesar 49.282 hektare. Namun, pada 2017 jumlah lahan tersebut berkurang menjadi 45.397 hektare. Artinya, kurun waktu dua tahun ini lahan tegal di Kabupaten Probolinggo berkurang sekitar 3.885 hektare.

Berbeda dengan kebun, kenaikan justru terjadi pada lahan perkebunan. Pada dua tahun yang sama 2016-2017 meluas. Jika pada 2016 lahan kebun hanya sekitar 8.34 hektare, pada 2017 naik menjadi 1.138 hektare.

Namun, untuk data pada 2018 pihak dinas belum bisa memberikan angka. Alasannya, data lahan di Kabubaten Probolingho pada tahun itu masih dalam tahap pendataan. Sehingga, masih belum berani untuk merilisnya.

Kepala DKPP setempat Ahmad Hasyim Asyari mengatakan, perihal berkurangnya lahan itu tudak seperti persawahan. Yaitu karena terdampak dari pada pembangunan yang semakin masif. Tetapi, lebih kepada peralihan saja. Yaitu, dari awalnya kebun menjadi perkebunan.

“Untuk lahan kebun dengan pekebunan ini berbeda. Untuk yang ini adalah karena alih fungsi. Yaitu, lahan yang sebelumnya kebun kemudian dimanfaatkan menjadi perkebunan. Maka dari itu, untuk ini selalu berubah memang, ” ujarnya.

Ia mencontohkan didaerah dataran tinggi seperti Kecamatan Sukapura dan Kecamatan Sumber. Menurutnya, didaerah itu kebun dan perkebunan selalu berubah. Yaitu, pada musim hujan dan musim kemarau tidak sama. Pasalnya, didaerah itu pertaniannya mengandalkan tadah hujan.

“Jika kemarau kan memang banyak yang dibiarkan. Itu dijadikan kebun oleh warga. Tetapi, jika hujan turun, maka kemudian dilakukan pertanian dan tanahnya termanfaatkan,” terangnya.

Tetapi, lanjut Ahmad Hasyim Asyari, sebagian memang terimbas karena pembangunan. “Aada memang, tapi tidak banyak. Tetapi kembali lagi, untuk pembangunan ini kan memang untuk kepentingan bersama dan ada positif negatifnya, ” ungkapnya. (sid/fun)