Pasang Bronjong Darurat di Manaruwi untuk Antisipasi Ambrol Lebih Parah

BANGIL – Ambrolnya plengsengan Satak, Desa Manaruwi, Kecamatan Bangil, mulai ditangani. Pemkab Pasuruan melalui Dinas Sumber Daya Air dan Tata Ruang memasang bronjong di plengsengan yang ambrol.

Pemasangan bronjong itu dilakukan sejak dua hari terakhir. Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan Hanung Widya Sasangka mengungkapkan, pembenahan plengsengan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kerusakan yang lebih parah.

Pembenahannya dilakukan dengan memasang bronjong lantaran bersifat kedaruratan. “Kami menanganinya secara kedaruratan. Agar plengsengan tersebut tidak semakin rusak parah,” jelas Hanung.

Ia menambahkan, pemasangan bronjong itu, berkaitan pula dengan kewenangan. Karena untuk penanganan plengsengan secara permanen, merupakan kewenangan BBWS Brantas.

“Agar tidak membahayakan warga, kami lakukan penanganan kedaruratan. Sembari menunggu BBWS yang melakukan pembenahan secara permanen,” imbuhnya.

Pemasangan bronjong tersebut, dialokasikan dari anggaran Biaya Tak Terduga (BTT). Besarnya, sekitar Rp 300 juta. Setidaknya dua bulan hingga tiga bulan, pekerjaan bisa diselesaikan.

Plengsengan di DAS Kedunglarangan itu sendiri, ambrol pada Minggu (3/2) sore. Sepanjang 50 meter plengsengan yang dibangun sekitar tahun 2000 itu, mendadak runtuh. Hal ini membuat warga khawatir. Mereka takut, tanggul jebol sehingga lingkungan setempat terendam. (one/fun)