Soal 13 WNA Punya E-KTP Pasuruan, Ini Penjelasan Dispendukcapil

BANGIL-Adanya warga negara asing (WNA) yang memiliki kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) Kabupaten Pasuruan dibenarkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) setempat. Pemberian e-KTP pada 13 WNA itu pun disebutkan telah melalui mekanisme yang ada.

Hal itu diungkapkan kepala Dispendukcapil setempat, Yudha Triwidya Sasongko. Menurutnya, seorang WNA memang bisa memiliki e-KTP.Tapi, dengan syarat yang ketat.

“Hal itu diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan,” ujar Yudha saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Bromo.

Menurut Yudha, pemberian itu telah sesuai dengan Pasal 63 dalam UU yang mengatur tentang e-KTP. Di ayat pertama disebutkan, penduduk Warga Negara Indonesia dan Orang Asing yang memiliki Izin Tinggal Tetap yang telah berumur 17 (tujuh belas) tahun atau telah kawin atau pernah kawin, wajib memiliki KTP-el.

Dalam ayat 4 dijelaskan, orang asing sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib melaporkan perpanjangan masa berlaku. Atau mengganti e-KTP kepada instansi pelaksana. Paling lambat 30 (tiga puluh) hari sebelum tanggal masa berlaku Izin Tinggal Tetap berakhir.

Diketahui, ada 13 WNA di Kabupaten Pasuruan yang memiliki e-KTP. Meski begitu, KPU setempat memastikan WNA yang memiliki e-KTP itu tak masuk dalam daftar pemilih tetap. (one/mie)