TNBTS: Saat Nyepi, Wisata Bromo Ditutup Total

SUKAPURA – Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) memastikan penutupan sementara dilakukan selama hari raya Nyepi tanggal 7-8 Maret nanti. Sehingga, selama sehari-semalam, semua kegiatan wisata Gunung Bromo untuk sementara ditutup total.

Penutupan itu bukan tanpa alasan. Penutupan dilakukan untuk menghormati umat Hindu suku Tengger yang akan melaksanakan Catur Bratha penyepian tahun baru Saka 1941.

Adanya penutupan saat Nyepi tersebut disampaikan Kepala seksi wilayah I TNBTS, Sarmin. Saat dikonfirmasi, Sarmin mengatakan, TNBTS memperhatikan surat dari ketua Parasida Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Probolinggo, hingga diputuskan untuk menutup total semua kegiatan wisata Gunung Bromo.

”Untuk sementara, kegiatan wisata Gunung Bromo akan ditutup selama pelaksanaan Catur Bratha penyepian. Penutupan total itu mulai pukul 05.00 hari Kamis(7/3) sampai jumat (8/3) pukul 05.00. Jadi selama 24 jam ditutup total,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo.

Sarmin menjelaskan, penutupan sementara secara total kegiatan wisata Gunung Bromo sama dengan tahun sebelumnya saat pelaksanaan penyepian. Kondisi itu pun diyakini tidak akan berpengaruh pada kegiatan wisata hari-hari berikutnya. Karena, penutupan sementara ini hanya berlaku saat pelaksaaan penyepian.

”Kami hormati warga Tengger untuk melaksankaan penyepian. Jadi tidak ada masalah dilakukan penutuapn secara total untuk sementara,” terangnya.

Sementara itu, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Budaya (Dispora Parbud) Kabupaten Probolinggo membenarkan, penutupan itu sesuai keputusan PHDI Kabupaten Probolinggo. Semua aktivitas kegiatan wisata di Tengger ditutup. Kawasan Gunung Bromo yang ditutup berada di Desa Ngadisari Sukapura. (mas/fun)