Upaya Desa Kawisrejo Hidupkan Seni dengan Membuat Sanggar Pentas

Pemerintahan Desa Kawisrejo berupaya meningkatkan perekonomian di desanya. Salah satunya dengan menciptakan kreasi wisata dalam wujud pentas hiburan. Rencana ini pun diharapkan mendapatkan dukungan dari Pemkab Pasuruan.

 

TUGU berbentuk segienam itu tampak berdiri kokoh di tengah jalur utama penghubung antar Desa Kawisrejo dengan Desa Sadengrejo, Kecamatan Rejoso. Di bawahnya terukir nama 17 pejuang asal desa setempat yang gugur dalam mempertahankan kemerdekaan RI saat zaman penjajahan dahulu.

Di bagian atas tugu terkurir bahasa sansekerta bertuliskan Pancakara Ngesti Aruming Bawana, atau sesuatu yang baik itu dikarenakan adanya usaha. Pemandangan ini dapat dilihat di tugu peringatan peristiwa Raket 30 Oktober 1949 di Dusun Raket, Desa Kawisrejo.

Kades Kawisrejo, Muhammad Thoyyib Akiaji mengungkapkan, pemdes berencana mengembangkan monumen tugu itu sebagai destinasi wisata. Rencanaya, pemdes bakal membuat pentas hiburan rakyat tentang sejarah berdirinya monumen tersebut.

Keinginan ini bukannya tanpa alasan. Sebab, Desa Kawisrejo tidak memiliki wisata alam. Sementara warga setempat membutuhkan hiburan sebagai pelepas penat. Pentas ini diharapkan dapat menjadi destinasi keluarga bagi warga Kawisrejo.

“Kami tidak memiliki wisata. Makanya, ada rencana membuat pentas rakyat. Isinya ya bercerita tentang sejarah peristiwa Raket hampir 60 tahun silam dimana 17 warga gugur saat mempertahankan kemerdekaan RI,” jelasnya.

Thoyyib-sapaan akrabnya menyebut, beberapa waktu lalu karang taruna setempat sudah mencoba membuat pentas budaya tentang peristiwa raket tersebut di sisi timur lokasi. Ternyata, pentasi ini begitu dinikmati oleh masyarakat. Bahkan warga luar Kawisrejo juga begitu menikmatinya.

Karena itu, Pemdes berencana untuk mengembangkannya menjadi pentas hiburan rutin setiap bulannya. Rencana ini pun sudah disampaikan pada Pemkab. Pihaknya pun berharap agar instansi terkait mendukung rencana ini.

“Pentas ini rencananya bakal dibangun di sisi timur Pasar Desa. Di sini kami memiliki lahan yang cukup luas mencapai 4,8 hektar. Selain sebagai destinasi wisata juga diharapkan berimbas pada warung dan usaha di sekitar monumen tugu,”ungkapnya. (riz/fun)