Dinkes Kota Probolinggo Ajak Masyarakat Cegah DBD dengan PSN di SPKP

CEGAH DBD: Wali Kota Hadi Zainal Abidin (bertopi) dan wawali HMS Subri (tiga dari kiri) saat meninjau stan Dinkes Kota Probolinggo di SPKP episode 1 yang menyosialisasikan pencegahan DBD. Dinkes mengajak masyarakat mencegah penyebaran DBD dengan membagikan bunga lavender dan ikan cupang. (Evelin Riyadi/ Radar Bromo)

Related Post

WONOASIH– Tingginya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Probolinggo membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, tak henti-hentinya mengingatkan masyarakat. Tak terkecuali saat Semarak Pagi Kota Probolinggo (SPKP) episode 1 Kecamatan Wonoasih, kemarin (3/3). SPKP dimanfaatkan betul oleh Dinkes untuk melakukan penyuluhan tentang pencegahan DBD.

KOMPAK: Jajaran pegawai Dinkes Kota Probolinggo berpose di stan nomor 4 dalam SPKP episode 1, Minggu (3/3). (Evelin Riyadi/ Radar Bromo)

Kepala Dinkes Kota Probolinggo drg. Ninik Ira Wibawati M.QIH menyebut, langkah itu dilakukan guna menekan DBD di Kota Probolinggo. Terlebih, di Kecamatan Wonoasih paling banyak ditemuka penderita DBD.

“Ada 13 penderita dari jumlah keseluruhan. Tragisnya, penderita DB ini sebagain besar anak-anak,” lanjut drg. Ninik.

Agar lingkungan terbebas dari sarang nyamuk, menurut Kadinkes drg. Ninik, ada banyak hal yang bisa dilakukan. “Yakni, dengan pemberantasan sarang nyamuk (PSN),” katanya.

Di antaranya, menguras dan menutup bak mandi, mencegah jentik berkembang biak di bak mandi dengan abate, mengubur barang tak terpakai, menjaga kebersihan lingkungan. Lalu, menanam tanaman pengusir nyamuk seperti sere, bunga lavender. Hingga memelihara ikan cupang pemakan jentik-jentik nyamuk.

Ninik juga mengingatkan agar satu rumah minimal punya satu petugas jumantik. “Jadi, tugasnya jumantik ini mengontrol apakah ada jentik nyamuk di rumah,” katanya.

AKRAB: Wali Kota Hadi Zainal Abidin dan wawali HMS Subri berpose bareng warga di stan Dinkes Kota Probolinggo. (Evelin Riyadi/ Radar Bromo)

Hal ini penting dilakukan. Sebab, menurutnya, fogging tidak dapat mengatasi pencegahan DBD. Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa. Namun, saat penyemprotan di ruang terbuka, nyamuk akan langsung lari.

Di sisi lain, bahan fogging adalah solar dan melation yang merupakan insektisida alias racun. “Jadi, kalau nyamuknya tidak sesuai dengan indikasi dalam fogging, bisa-bisa nyamuknya yang menjadi kebal terhadap fogging,” jelas drg. Ninik.

Drg. Ninik juga menyebut fogging terpaksa dilakukan jika ada satu penderita positif DBD dan di kawasan radius 100 meter ada tiga penderita demam. Juga, apabila di kawasan tersebut banyak ditemukan jentik nyamuk.

Di sisi lain, Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin sangat perhatian terhadap kesehatan. Wali Kota menjadikan kesehatan sebagai salah satu program prioritasnya. Salah satunya teladan bagi masyarakat ikut aktif menjadi kader jumantik dalam waktu dekat. (*/el)