Melihat Kondisi Pasar Baru setelah Dilakukan Penataan Parkir Pengunjung

Padatnya aktivitas di sekitar Pasar Baru berdampak pada arus lalu lintas. Pada jam-jam padat, sangat sulit mendapati ruas Jl. Panglima Sudirman bebas macet. Upaya demi upaya dilakukan untuk mengatasi kemacetan di jalur tersebut. Salah satunya dengan mengatur lokasi parkir kendaraan.

RIDHOWATI SAPUTRI, Kanigaran

Jalan protokol yang jadi satu lanskap dengan Pasar Baru tidak pernah sepi dari aktivitas masyarakat. Maklum, lokasinya berada di tengah kota dan dikelilingi kawasan pertokoan. Pasar Baru juga merupakan pusat ekonomi masyarakat. Dimana ratusan pembeli dan penjual melakukan transaksi ekonomi setiap harinya.

Tentu, denyut nadi ekonomi di kawasan itu diiringi dengan dampak lainnya. Salah satunya kemacetan jalan. Revitalisasi yang dilakukan pada pasar tersebut, semakin membuat lokasi tersebut semrawut. Maklum, Jalan Cut Nyak Dien dan Jalan Siaman di sisi timur dan barat pasar, kini dijadikan tempat penampungan sementara para pedagang yang direlokasi.

Kendaraan pengunjung pasar yang biasanya bebas melintas, semakin terbatas. Kendaraan pun berjubel di ruas jalur utama yakni Jalan Panglima Sudirman. Karena itulah, Dinas Perhubungan (Dishub) setempat kemudian melakukan rekayasa untuk menekan kemacetan. Salah satunnya dengan penataan parkir.

Penataan parkir di Pasar Baru ini berlaku sejak pukul 05.00 sampai 13.00. Sejumlah penunjuk dipasang sebagai bagian dari sosialisasi pada pengunjung pasar, maupun toko-toko di sekitar pasar. Sementara, langkah itu cukup efektif. Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, arus kendaraan di depan Pasar Baru terbilang lancar. Ketika tidak ada kendaraan roda empat yang akan masuk untuk parkir atau keluar parkir.

Ketika ada kendaraan roda empat yang parkir di sisi selatan Jalan Panglima Sudirman, maka kendaraan dari barat pun harus berjalan pelan untuk menunggu kendaraan tersebut untuk parkir. Bahkan, pernah juga terlihat mobil pikap yang hendak parkir, harus menggeser mencari lokasi lain karena tidak ada tempat parkir.

“Ini tadi sudah ke depan Pasar Baru buat parkir, tapi ndak ada yang kosong buat mobil. Akhirnya geser ke Jalan Siaman ini baru bisa parkir,” ujar Rudianto, 45, warga Kademangan, Sabtu (2/3).

Padahal, rencananya Rudi bermaksud mengambil barang untuk dijual kembali di warung miliknya. Namun harus jalan kaki dulu ke Pasar Baru. “Nanti barangnya diangkut dengan becak. Memang angkut 2 kali, tapi ya gimana. Tadi saya bilang ke tukang parkir buat parkir sebentar di tepi jalan buat ambil barang, ndak boleh. Katanya malah macet nanti,” ujarnya.

Akhirnya Rudianto pun memilih memarkir mobilnya di Jalan Siaman. “Mungkin harus datang lebih pagi kalau bawa mobil ke Pasar Baru. Biar gampang cari parkirnya. Jam 5-an ya,” ujarnya.

Sementara itu beberapa pengguna sepeda motor mengaku tidak masalah dengan penataan parkir saat ini. Menurutnya, sejumlah pengunjung tidak terlalu jauh untuk menata sepeda. “Saya biasanya dekat pintu masuk Pasar Baru dekat TPS. Jarang kalau sampai di seberang Pasar Baru,” ujar Lailiyah, 30, warga Sukoharjo.

Namun Lailiyah tidak banyak melihat perbedaan saat kegiatan pasar di pagi hari. Karena parkir kendaraan di sisi utara Panglima Sudirman saat pagi hari memang hanya satu baris saja.

“Tapi kalau siang dulu di depan toko bisa sampai dua baris. Sekarang satu baris memang lebih lancar kalau jam 10 ke atas. Tapi tetap bisa macet, kalau ada pikap yang berhenti buat cari parkir, atau ada mobil yang parkir mau keluar dari parkiran,” ujarnya.

Sementara itu Soni, 22, warga yang indekos di Pilang ini mengaku masih merasakan mecet, terutama ketika ada mobil yang mau parkir atau kendaraan mau keluar dari lokasi parkir. Macetnya bahkan bisa sampai tikungan Jalan Brigjen Katamso. “Mungkin Dishub perlu mempertimbangkan lokasi lain untuk parkir roda empat,” katanya mengusulkan.

Sementara itu, Sumadi, Kepala Dishub Kota Probolinggo menjelaskan, bahwa pengaturan parkir ini masih dalam tahap uji coba selama 2 pekan. Selama diuji coba, pihaknya akan melihat respons. “Kami akan evaluasi. Jika ada yang melanggar, baru sebatas diingatkan saja untuk parkir kendaraan di tempat yang telah diatur Dishub,” ujarnya.

Lokasi parkir kendaraan roda empat hanya dibatasi di Jalan Panglima Sudirman sisi selatan sampai Jalan Siaman. Di lokasi ini tidak hanya kendaraan roda 4 saja, namun juga untuk becak dan kendaraan roda 3.

Sedangkan untuk sepeda motor bisa ditempatkan di Jalan Panglima Sudirman sejak pintu keluar Ruko Panglima Sudirman sampai Cut Nyak Dien. Serta Jalan Panglima Sudirman sisi utara, dan hanya bisa digunakan satu baris saja. (rf)