Target PAD Pasar Tradisional di Kabupaten Pasuruan Stagnan

TETAP: Pasar Bangil menjadi salah satu pasar tradisional yang ditarget memberi pemasukan. Target PAD dari pasar tradisional tahun ini tak berbeda dengan tahun lalu. (Erri Kartika/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

BANGIL – Kendati realisasi retribusi pasar daerah Kabupaten Pasuruan tahun lalu melebihi target, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat tak menaikkan targetnya tahun ini. Yakni sebesar Rp 3,9 miliar. Bahkan, target angka ini sama dalam kurun waktu 3 tahun terakhir.

Edy Suwanto, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pasuruan membenarkan soal tidak berubahnya target Pendapatan Asli Daerah (PAD) pasar tradisional ini. Padahal, peluang untuk mendapat pemasukan melebihi target sangat terbuka.

“Tahun ini untuk target tidak ada kenaikan, tetap sama yaitu sebesar Rp 3,9 Miliar sama seperti tahun lalu,” terangnya. Angka itu mencakup seluruh pasar tradisional di pemkab yang jumlahnya 14 titik.

Edy –sapaan akrabnya– beralasan, tetapnya target tersebut karena ada pasar yang masih direlokasi. Tercatat, Pasar Nguling tahun ini masih proses revitalisasi yang mengharuskan untuk merelokasi pedagang. Hal ini jelas membuat penerimaan retribusi berkurang.

“Di tempat relokasi, besaran luasan berjualan akan berkurang dan mempengaruhi retribusi ke pasar,” katanya.

Ia mencontohkan, dalam Perda nomor 7 tahun 2012 tentang Retribusi Pelayanan Pasar, ada retribusi harian, ponten, sampai retribusi bongkar muat. Besaran retribusi bergantung pada luasan tempat dagang, jenis barang dagangan yang menentukan tarif.

“Sehingga saat di tempat relokasi, otomatis tempat jualan biasanya lebih kecil. Hal ini mempengaruhi retribusi juga ke pasar,” terangnya.

Kendati begitu, Disperindag tetap optimistis bahwa penerimaan di tahun 2019 ini lebih tinggi dari realisasi tahun lalu. Tahun lalu, dengan adanya 4 pasar yang direvitalisasi dan sebagian pedagang harus direlokasi, realisasinya sedikit turun dibandingkan tahun 2017 lalu. Tahun 2018 realisasinya Rp 3,962 miliar, sementara tahun 2017 realisasinya Rp 4,014 miliar.

Edy mengatakan, tahun ini masih ada potensi kenaikan retribusi pasar. “Kita akan melihat potensi, jika memang bisa meningkat maka akan diajukan kenaikan target di Perubahan APBD mendatang,” pungkasnya.

Rohani Siswanto, anggota Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan mengatakan, terkait target PAD pasar tradisional yang tidak berubah dalam beberapa tahun terakhir, harapannya masih ada ruang nantinya dinaikkan dalam Perubahan APBD mendatang.

“Target awal tahun ini masih proyeksi, kita lihat saja dulu perjalanannya. Masih ada ruang perubahan target di PAK nantinya,” terangnya. Kendati begitu, pihaknya berharap Disperindag sudah seharusnya memulai membenahi sistem penerimaan pendapatan yang sudah terintegrasi secara online. Tujuannya selain bisa memantau periodik juga menekan kebocoran.

“Saya lihat di Kota Probolinggo, tetangga sebelah, sudah melakukan hal tersebut. Harapannya kalau sistem juga bisa dibenahi secara otomatis akan berimbas juga pada peningkatan pendapatan nantinya,” terangnya. (eka/rf)