Longsor di Sukapura Sempat Tutup Akses Bromo

SUKAPURA – Longsor akibat hujan deras yang terjadi Sabtu lalu (2/3) malam, juga sempat membuat akses menuju Bromo tertutup. Meski tak lama, longsor itu cukup mengganggu.

Camat Sukapura, Yulius Christian saat dikonfirmasi mengatakan, bencana longsor terjadi di jalan menuju akses Bromo, Sabtu malam (2/3). Beruntung, timbunan material longsor hanya menutup separo badan jalan. Sehingga, kendaraan roda empat masih bisa melintas menuju Bromo.

Menurut Yulius, kejadian longsor seperti ini, biasa terjadi saat memasuki bulan Maret. ”Kejadiannya malam. tapi warga bersama-sama sudah membersihkan material longsor yang menutupi jalan sepanjang kurang lebih 2 meter,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo, Minggu (3/3).

Yulius menjelaskan, memasuki bulan Maret, akses jalan menuju Bromo, ada sejumlah titik yang rawan longsor. Salah satunya daerah titik rawan longsor, daerah sebelum persimpangan desa Ngadirejo atau jurang jontro. Oleh karena itu, bagi masyarakat dan pengunjung wisatawan untuk berhati-hati, karena biasanya di bulan Maret atau akhir musim hujan, jalur menuju Bromo sering longsor. ”Sekarang sudah mulai lancar dan bisa dilalui kendaraan roda empat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Anggit Hermanuadi saat dikonfirmasi mengatakan, intensitas curah hujan di bulan Maret masih cukup tinggi dan sering terjadi. Tentunya, kondisi itu menimbulkan kerawanan bencana longsor.

Seperti yang terjadi Sabtu malam (2/3), terjadi longsor di tiga desa kecamatan berbeda. ”Dalam waktu semalam, longsor terjadi di tiga desa tiga kecamatan. Titik bencana longsor di sejumlah titik tiap desa,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo.

Bencana longsor di tiga desa tiga kecamatan dalam waktu bersamaan, membuat BPBD Kabuapten mengambil langkah cepat. Setelah melakukan penanganan darurat awal bersama warga, BPBD langsung koordinasi dengan Dinas PUPR, guna penanganan lebih lanjut. BPBD juga akan mengirimkan sand bag dan terpal untuk penanganan darurat di titik longsor.

”Semua kejadian bencana di sejumlah titik itu sudah kami lakukan penanganan awal. Sekarang kami koordinasi dengan Dinas PUPR melalui UPT Pemeliharaan jalan untuk penanganan lebih lanjut,” kata kepala BPBD Kabupaten Probolinggo, Anggit Hermanuadi.

Saat dikonfirmasi, Anggit mengatakan, warga sebelumnya sudah melakukan penanganan darurat awal. Namun, dengan cuaca yang tak mendukung. Sehingga, pihaknya memasang yellow line BNPB guna memperingatkan warga agar berhati-hati apabila melintas.

”Sambil menunggu penanganan lebih lanjut dari dinas PUPR, kami akan pasang sand bag dan terpal,” ujarnya.

Dalam beberapa kejadian tersebut dikatakan Anggit, tidak sampai ada korban jiwa. Namun, BPBD tetap menghimbau pada masyarakat untuk tetap selalu waspada akan ancaman bahaya yang mungkin terjadi selama musim penghujan berlangsung. ”Sesuai data dan informasi perkiraan cuaca dari BMKG, bulan Maret ini intensitas hujan masih tinggi. Jadi masih ada potensi rawan bencana, mulai banjir sampai longsor,” ungkapnya. (mas/fun)