Seminggu, Warga Binaan di Lapas Pasuruan Bisa Hasilkan 500 Kg Tusuk Sate

TEKUN: Sejumlah warga binaan Lapas Klas IIB Pasuruan mengikuti pelatihan pembuatan tusuk sate. Dalam sepekan, mereka bisa menghasilkan 500 kilogram tusuk satu. (Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PURWOREJO – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Pasuruan, terus berupaya meningkatkan skill dan kemandirian warga binaannya. Salah satunya dengan memberikan sejumlah pelatihan. Jumat (1/3) lalu, puluhan warga binaan diberi pelatihan membuat tusuk sate.

Pelatihan ini dilakukan di ruang pembinaan Lapas selama lima jam mulai sekitar pukul 09.00. Pelatihan ini diikuti 10 orang mulai dari pemotongan bambu, pembuatan bambu menjadi tusuk sate, sampai penghalusannya.

Kasi Pembinaan Napi, Anak Didik, dan Kegiatan Kerja Lapas Klas IIB Pasuruan Anggre Anandayu mengatakan, pelatihan ini diberikan untuk meningkatkan skill warga binaan. Tujuannya, agar mereka siap saat kembali terjun ke masyarakat. “Pelatihan tusuk sate ini baru kami lakukan tahun ini. Sebagai tahap awal, pelatihan untuk 10 warga binaan dulu. Ternyata mereka sangat antusias mengikutinya,” ujarnya.

Anggre menjelaskan, pelatihan ini sudah dilakukan selama dua minggu. Narasumbernya seorang pengusaha tusuk sate yang didatangkan ke Lapas untuk memberikan pembinaan. Selama seminggu, mereka bisa menghasilkan 500 kilogram.

“Satu kilogramnya sekitar 1.600 tusuk. Hasilnya ini disetor untuk dijual. Mereka juga mendapatkan komisi. Harapannya keterampilan ini bisa berguna usai mereka keluar agar tidak terjerat kriminal,” ujarnya. (riz/fun)