Sering Dirazia, PKL Jualan di Pinggir Jalan Nasional Masih Marak

PANDAAN – Upaya Satpol PP Kabupaten Pasuruan menertibkan para pedagang kaki lima (PKL) durian di jalan nasional Depan Pasar Wisata Cheng Hoo Pandaan, tak kunjung berhasil. Meski sering dirazia, para pedagang ini masih tetap berjualan di tempat terlarang itu.

Apalagi ketika libur akhir pekan. Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, Minggu (3/3) ada empat PKL durian membuka lapak di sana. Seperti biasanya, mereka menggunakan mobil pikap sebagai tempat menggelar dagangannya.

Tak ayal, kondisi ini membuat sejumlah warga heran. Selain sudah sering dirazia, keberadaan mereka juga membahayakan para konsumennya. Sebab, mereka berjualan di tepi jalan yang cukup padat dengan arus lalu lintas. “Lebih baik masuk saja ke dalam (Pasar Cheng Hoo), kan ada parkirannya yang luas. Daripada di tepi jalan malah membahayakan penjual sekaligus pembelinya. Juga tak enak dipandang,” ujar Hadi, warga Kasri.

Maraknya PKL durian yang berjualan di tepi jalan depan Pasar Wisata Cheng Hoo ini sudah sering dirazia Satpol PP. Namun, masih ada saja yang berjualan di sana. Setelah didata petugas, ternyata yang berjualan di sana selalu orang-orang baru.

“Razia rutin sudah sering kami lakukan. Di lapangan PKL duriannya masih membandel. Mereka memilih kucing-kucingan dengan petugas. Jika tidak ada petugas, mereka nekat berjualan, ketika ada razia, langsung kabur atau pindah tempat,” ujar Staf Tarantibum Satpol PP Kabupaten Pasuruan Didik Febriyanto. (zal/rud)