Tak Satu pun Desa di Kab Pasuruan Cairkan DD-ADD, Ini Penyebabnya

BANGIL – Belum satu pun desa di Kabupaten Pasuruan yang mengajukan pencairan dana desa (DD) ataupun alokasi dana desa (ADD) tahun ini. Penyebabnya, banyak desa yang masih bergelut dengan penyusunan APBDes.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Pasuruan Tri Agus Budiharto. Ia menyampaikan, ada 341 desa di Kabupaten Pasuruan. Tapi, tak satu pun desa mengajukan pencairan anggaran DD dan ADD.

“Apakah itu DD ataupun ADD, sampai saat ini belum ada desa yang mengajuan pencairannya,” katanya.

Padahal, khusus untuk DD, pencairannya berlangsung tiga tahap. Setidaknya, bulan April sudah dilakukan pencairan termin pertama.

Namun, di lapangan tidak demikian. Banyak desa yang baru bisa mendapatkan pencairan DD di bulan Juni untuk termin pertama.

Hal itu jelas akan mengganggu proses pencairan tahap berikutnya. Karena untuk mencairkan tahap berikutnya, diperlukan laporan pertanggungjawaban termin sebelumnya.

“Seharusnya memang April untuk DD termin pertama bisa dicairkan. Tapi, cenderung molor karena belum sepenuhnya syarat pencairan berupa APBDes bisa diselesaikan tepat waktu,” ulasnya.

Berbeda dengan ADD yang pencairannya lebih longgar. Karena tahapannya, dua kali dalam setahun. Bulan Juni, paling tidak pencairan dilakukan.

“Kalaupun molor sebulan atau dua bulan, setidaknya tidak begitu memberatkan untuk mengejar tahapan berikutnya,” ulasnya.

Pihaknya mengaku, sudah mengusulkan agar dilakukan perubahan. Yakni, pencairan DD dilakukan dua tahap.

Sayangnya, hal itu belum dipenuhi pemerintah pusat. “Kami sudah ajukan agar pencairannya seperti semula yakni dua tahap. Tapi, belum disetujui hingga sekarang,” pungkasnya. (one/fun)