Tiap Tahun Dokumen Lelang Proyek di Kota Probolinggo Sering Telat

MAYANGAN – Komisi III DPRD Kota Probolinggo mengaku tidak terkejut dengan sedikitnya organisasi perangkat daerah (OPD) yang menyerahkan dokumen lelang ke Bagian Adminsitrasi Pembangunan. Sebab, hampir setiap tahun terjadi hal seperti itu.

Hal ini diungkapkan Agus Rianto, ketua Komisi III, Minggu (3/3). “Memang seperti itu. Hampir setiap tahun OPD banyak yang telat menyerahkan dokumen lelang,” ujarnya.

Agus mengatakan, penyusunan dokumen lelang adalah kegiatan administrasi yang dilakukan tiap tahun. Namun, kenyataannya masih ditemukan dokumen dikembalikan oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP) karena belum lengkap syarat administrasinya.

“Bagian Administrasi Pembangunan sudah melalui prosedur dengan menyurati OPD. Nah, ini masalahnya ada di OPD. Kenapa sampai terlambat menyerahkan dokumen. Dan, hal ini berlangsung setiap tahun,” ujarnya.

Agus menjelaskan, saat pembahasan APBD 2019, DPRD dan Komisi sudah meminta OPD yang memiliki proyek pembangunan fisik untuk segera menyelesaikan Detail Engineering Design (DED). Harapannya, agar dokumen lelang bisa masuk sebelum Maret.

“Jadi, diharapkan April itu sudah ada pemenang lelangnya. Selama ini kan terlambat terus lelangnya,” ujarnya.

Komisi III pun berencana melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan OPD-OPD yang memiliki proyek yang masuk lelang di tahun 2019. Tujuannya, mengetahui progres tahapan yang dilakukan OPD selama ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, sampai awal Maret 2019, baru ada 10 OPD di Kota Probolinggo yang melaporkan data kegiatan pembangunan yang diikutkan lelang. Dari 10 OPD ini, hanya 3 OPD saja yang telah menyerahkan dokumen lelang. (put/hn)