Aksi Pencurian Terekam CCTV Tak Jaminan Bisa Terungkap

MAYANGAN – Banyaknya kasus kriminal yang terekam Closed Circuit Television (CCTV) dapat memudahkan kepolisian mengungkap pelakunya. Namun, hal ini masih tergantung pada kualitas CCTV yang digunakan serta posisi pemasangannya.

“CCTV sangat membantu untuk mengungkap kasus. Tapi, masih melihat kualitas kamera, resolusi, dan lokasi pemasangannya,” ujar Kasatreskrim Polres Probolinggo Kota AKP Nanang Fendy Dwi Susanto, Senin (4/3).

Nanang mengatakan, kamera dan resolusi yang bagus, CCTV bisa mencantumkan informasi yang bisa ditelusuri untuk mencari pelaku kasus kejahatan. Seperti, bisa menampilkan dengan jelas nomor polisi kendaraan pelaku. “Dari nopol (nomor polisi) ini bisa ditelusuri pelakunya,” ujarnya.

Namun, kamera yang kurang bagus biasanya hanya menangkap sosok pelaku. Informasi seperti nopol kendaraan yang digunakan kadang tidak jelas. “Selain itu, sebaiknya posisi CCTV dipasang tersembunyi. Hal ini agar tidak disadari pelaku kejahatan. Misalnya, mereka merunduk sehingga wajahnya tidak terlihat karena tahu ada CCTV,” ujarnya.

Ia mencontohkan, salah satu rekaman CCTV yang cukup baik seperti kasus pencurian sepeda onthel di Masjid An Nur, Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. Lihat videonya disini.

“Rekaman CCTV ini bagus. Tapi, tidak ada informasi yang bisa menjelaskan pelakunya. Korban pencurian sepeda ini juga tidak melapor,” ujarnya.

Diketahui, wilayah hukum Polres Probolinggo Kota masih kerap menjadi sasaran maling. Jumat (1/3), terjadi dua aksi pencurian. Korbannya seorang karyawan sebuah toko dan jamaah masjid yang melaksanakan salat Asar.

Lokasi pertama di depan sebuah minimarket di Jalan Raya Bromo, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Di sana, dua pelaku menggondol sepeda motor Honda Beat bernopol N 6697 SK. Lihat videonya disini.

Kedua, pencurian terjadi di Masjid An Nur, Kelurahan Jati. Dua kasus ini sama-sama terekam CCTV. (put/rud)