Begini Modus Pelatih Renang Cabuli Murid Sesama Jenis

MAYANGAN – NH dan anaknya F, 14 mendatangi Mapolres Probolinggo Kota, Senin (4/3). Ibu dan anak itu sengaja mengenakan masker agar tak dikenali saat sorot kamera awak media mengambil gambar keduanya.

Mereka menanyakan kebijakan polisi yang sejauh ini belum menahan Dfr, guru renang F yang dilaporkan telah mencabuli F dan sejumlah temannya. Padahal Dfr statusnya sudah tersangka.

NH sang ibu lantas menceritakan asal muasal cerita duka anaknya itu. Menurutnya, setahun sebelumnya F, 14, anak ke duanya itu gemar renang. Sehingga, anak laki-laki yang masih bersatus pelajar itu diikutkan klub renang yang ada di Kota Probolinggo.

Sementara Dfr merupakan asisten pelatih renang di salah satu klub tersebut. Seiring berjalannya waktu, ternyata pelaku diduga mengalami kelainan suka sesama jenis.

Dengan akal muslihatnya, pelaku mengerjai korban. F dibujuk agar mau mengikuti apa yang diperintahkan asisten pelatihnya tersebut.

Kamis pukul 15.30, bulan Oktober 2018 usai pulang latihan renang, F dibawa berputar-putar. Kemudian diajak ke kamar mandi masjid GOR Kedopok.

Menurut NH, di dalam kamar mandi, celana anaknya dibuka. Karena takut, F tidak melawan. F juga dibawah ancaman untuk tidak menceritakan hal itu pada siapapun.

Lambat laun, ternyata aksi itu terbongkar dengan sendirinya. Bahkan, F mengakui perbuatan asisten pelatihnya itu kepada ibunya. Tak hanya itu, rupanya ada dua korban lainnya. Yakni, W dan M.

Tanggal 19 Desember 2019, NH melaporkan aksi pencabulan itu ke Mapolresta. Setelah dilakukan penyelidikan dan keterangan beberapa saksi termasuk dua anak lainnya, pada tanggal 18 Februari, Dfr ditetapkan sebagai tersangka. (put/rf/mie)