Blarr, Petani di Pasrepan Dibondet di Sebelah Istrinya

PASREPAN – Misnalim, 70, harus menahan sakit saat dirawat di IGD RSUD dr R Soedarsono. Ini setelah petani asal Desa Cengkrong, Pasrepan dibondet di tengah sawah saat bekerja bersama sang istri.

Informasinya, insiden itu terjadi pukul 07.30. Pagi itu korban bersama istrinya, Mujayana, 55. Keduanya memang memiliki sawah di Desa Cengkrong. Keduanya memang juga terbiasa bekerja bersama dan pagi itu mereka hendak membersihkan lahan sebelum ditanam jagung.

Hingga saat itu, Misnalim dan Mujayana didatangi seorang lelaki. Awalnya lelaki itu mondar-mandir di sekitar sawah, dan pasutri ini sempat mengira orang gila

Tapi ternyata lelaki ini mengeluarkan sebuah benda. Lelaki yang menutup mukanya dengan kaos warna merah, melempar benda itu ke arah Misnalim. Blarr, suara ledakan terdengar. Seketika itu Misnalim tergeletak dan mengerang kesakitan.

Mujayana, sang istri, secepatnya berteriak meminta tolong. Sementara pelaku langsung kabur. Karena tak ada yang menolong lantaran lokasi sawah berjarak 500 meter dari jalan raya, Mujayana akhirnya berlari untuk meminta pertolongan.

Warga lalu datang ke lokasi. Termasuk Nur Hasan, yang kemudian ikut menolong. Saat itu Nur Hasan melihat, kondisi korban terluka di bagian bawah perut dan paha kaki.

“Sudah terluka di perut bawah dan paha, kesakitan, akhirnya kami cari pertolongan untuk segera di bawa ke rumah sakit,” kata Nur Hasan.

Soeib, menantu korban setelah mendapatkan informasi jika mertuanya dibondet, langsung menuju ke RSUD dr R Soedarsono. Keluarga tidak ada yang mengira ada yang tega membondet. Apalagi, selama ini korban dikenal pendiam, sabar dan tdk punya musuh

Sehari-hari hanya kerja ke sawah, pulang ke rumah paling ngaji. Jadi gak mungkin punya musuh,” terangnya.

Sampai berita ini diturunkan, korban msh dirawat di IGD RSUD. Namun karena kondisi yg makin parah, recananya akan dirujuk ke RS Saiful Anwar di Malang.

Kanitreskrim Polsek Pasrepan Aipda Budi Jatmiko membenarkan bahwa korban terluka karena ada orang yang membondet di tengah sawah. “Sementara ini masih kami lidik. Dari olah TKP sementara memang ada 1 pelaku laki-laki,,” terangnya. (eka/fun)