Ciduk 5 Anjal di Kraksaan, Satu Diantaranya Koordinator, Ini Perannya

KRAKSAAN-Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Probolinggo, mengamankan lima anak jalanan (anjal) di kawasan Kraksaan, Selasa sore (5/3). Dari lima anjal itu, satu diantaranya adalah kordinator.

Kelima anjal yang diamankan itu adalah Kayla Yunia Kalista Oktaviani, 20, warga Lumajang; FIH, 15, warga Singosari,  Malang; Abd Kodir Jailani, 21, Kraksaan: JS, 17, warga Gending, Kabupaten Probolinggo. Serta koordinatornya, Moh Slamet, 32, warga Pasuruan.

Kayla, salah satu anjal menjelaskan, ia bertemu dengan Slamet, sudah hampir lima bulanan. Ia selama itu tinggal bersama Slamet dan dua anjal lainnya yakni FIH dan JS. Setiap hari, ia disuruh mencari uang oleh Slamet.

“Setiap hari target dari ngamen saya sekitar Rp 100 ribu. Itu harus terpenuhi. Kalau tidak, maka keesokan harinya, target saya dilipatgandakan menjadi Rp 200 ribu,” ujarnya.

Bukan hanya dilipatgandakan ketika target tidak terpenuhi. Menurutnya, jika target tidak terpenuhi dan jauh dari target, maka ia akan mendapat hukuman oleh Slamet. “Kadang ditampar, kadang juga di-culek (colok) mata saya,” jelasnya lirih.

Pengakuan berbeda dikatakan oleh FIS dan JS. Menurutnya, tidak ada target kusus dari Slamet. Setiap harinya ia hanya menyetor uang sedapatnya dari ngamen. Itupun, untuk dimakan bersama dengan kawan kawannya.”Kalau saya gak ditarget. Ya sedapatnya dari mengamen itu saya berikan semua, ” terangnya.

Saat ditanya mengenai perkenalannya dengan Slamet, keduanya baru mengenal sekitar tiga hari. Setelah perkenalan itu, keduanya langsung gabung. “Tiga hari itu kami mengenal. Setiap hari gabung. Tidur pun gabung dipinggir jalan, ” ungkapnya.

Sementara itu, Slamet sendiri membantah tudingan Kayla. Menurutnya, ia baru jenal Kayla hanya sekitar seminggu. Itupun hanya sebatas teman.

“Bohong itu. Saya tidak pernah melakukan apa yang dibicarakan olehnya (Kayla). Saya mengenalnya hanya satu minggu,” ujar pria asal Pasuruan itu.

Tidak hanya itu. Menurutnya, ia hanya menerima uang dari teman-temannya. Itupun tidak untuk pribadinya. Melainkan itu untuk makan bersama. “Jadi hanya untuk kebutuhan sehari hari. Paling banyak terkumpul Rp 80 ribu,” jelasnya.

Di sisi lain, Mashudi, Kasi Opsdal Satpol PP menjelaskan, penangkapan tersebut bermula dari pihaknya yang melakukan razia penertiban Banner. Saat itu, pihaknya melihat ada seorang cewek mengamen dilampu merah Kraksaan Wetan. “Ya, dua itu yang cewek. Setelah itu kami bawa agar tidak mengganggu pengguna jalan kemako Pol PP, ” ujarnya.

Setelah tiba di Mako pol pp, ada seorang yang menjetpunya. Ia adalah Slamet. Ia mengaku bahwa Kayla adalah saudaranya. Namun, saat ditanyai perihal alamat, ternyata tidak sama. Sehingga menimbulkan kecurigaan oleh pihak petugas.

“Saat itu juga, teman teman langsung mengintrogasi cewek itu dan didapatkan pengakuan bahwa ia setor kepada si Slamet. Mendapati fakta itu, kami langsung melakukan razia lagi dan berhasil mendapatkan tiga orang lain. Dua diantaranya adalah anak buah dari slamet juga,” jelasnya. (sid/mie)