Operasional Tol Malang-Pandaan Terancam Molor Karena Hal Ini

SUKOREJO – Pembangunan tol Malang-Pandaan (Mapan) terus dikebut hingga saat ini di semua seksi yang ada. Tol ini awalnya digadang-gadang beroperasi pada akhir bulan ini. Melihat kondisi terkini di lapangan, dimungkinkan operasional tol terancam molor.

“Targetnya tetap diupayakan operasional akhir bulan ini. Tapi bisa juga molor lagi, karena tidak semua pekerjaan fisiknya progresnya sama,” beber humas PT Jasamarga Pandaan Malang Agus Tri.

Kendala terkini di lapangan, salah satu penyebab pekerjaan fisik menjadi molor karena faktor cuaca. Dalam sepekan terakhir, intensitas hujan tinggi. Hujan, kata Agus Tri, merata di wilayah Pasuruan dan Malang, sepanjang ruas jalan tol ini.

Dia menjelaskan, pekerjaan konstruksi ruas jalan tol Mapan ini tinggal finishing saja. Hanya di tiga seksi, masing-masing seksi satu Pandaan-Purwodadi 97,9 persen, seksi dua Purwodadi-Lawang 94,3 persen dan seksi tiga Lawang-Singosari 96 persen.

Kemudian untuk tiga seksi lainnya, progres kekurangannya masih banyak. Yakni seksi tiga Singosari-Pakis sementara tuntas 66,3 persen dan seksi empat Pakis-Malang hanya 28,2 persen.

“Jika seksi satu sampai tiga dioperasikan dahulu, maka akhir bulan ini pastinya sudah siap. Sebaliknya harus menunggu selesai kelima seksi yang ada. Jika demikian, maka diprediksi sebelum lebaran (bisa operasional),” tuturnya.

Namun untuk keputusan finalnya di lapangan, pihaknya mengatakan tergantung petunjuk sekaligus saran dari pusat. Tepatnya melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR. (zal/fun)