Pembantu Ini Menyesal usai Curi Perhiasan Majikan yang Nilainya Jutaan Rupiah

BANGIL – Khusnul Khotimah, 32, warga Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah, hanya bisa menangis sesenggukan. Ia tak kuasa menahan air matanya, saat dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.

Dalam rilis di mapolres, polisi juga memamerkan ungkap kasus pencurian dan perjudian. (Iwan Andrik/Jawa Pos Radar Bromo)

Tangisnya pecah, begitu ditanya alasan melakukan pencurian. “Saya terpaksa Pak. Kedua anak saya lapar,” aku janda dua anak tersebut yang sempat berdomisili di Lekok tersebut.

Khusnul mengaku, terpaksa mencuri perhiasan majikannya. Karena waktu itu, ia terlilit kebutuhan anaknya. Selain biaya sekolah, juga untuk jajan maupun membelikan makanan untuk anaknya tersebut.

Ia mengaku tak punya jalan lain. Apalagi, dia tak lagi memiliki sandaran. Suaminya pergi untuk selama-lamanya, sehingga ia lah yang harus menggantikan posisi suaminya dalam mencari nafkah.

Aksi pencurian tersebut berlangsung Rabu (27/2) sekitar pukul 16.30. Korbannya tak lain adalah majikannya, Umi Solichah, 40, warga Perum Taman Permata Indah, Kelurahan Pagak, Kecamatan Beji.

Tersangka melancarkan aksi pencurian itu, lantaran melihat kondisi rumah tengah sepi. Ia merusak pintu lemari kamar korban, dengan menggunakan obeng dan palu.

Ia kemudian mengambil perhiasan dan uang korban. Empat gelang emas, dua buah kalung emas serta uang tunai Rp 4,5 juta dan beberapa barang lainnya diembat tersangka. Hingga aksi pencurian itu diketahui korban, malam harinya.

Korban pun lapor polisi. Dari laporan itulah, penyelidikan dilakukan. Hasilnya mengarah ke tersangka. Ia pun diringkus polisi malam itu juga (27/2) sekitar pukul 21.00 di rumah majikannya.

Wakapolres Pasuruan, Kompol Supriyono menguraikan, tersangka Khusnul Khotimah merupakan salah satu pelaku kriminal yang diamankan Satreskrim Polres Pasuruan dalam beberapa hari terakhir. Selain Khusnul Khotimah, ada empat tersangka lain yang dijebloskan ke penjara.

“Dua diantaranya merupakan pelaku tindak pencurian dengan pemberatan. Dan dua lainnya, merupakan kasus perjudian,” jelasnya.

Dua pelaku perjudian tersebut, adalah Zainal Arifin, 51, warga Gempeng, Kecamatan Bangil yang ditangkap dalam perkara togel, 22 Februari 2019 kemarin dan Edi Suyanto, 27, warga Kertosari, Kecamatan Purwosari. Edi Suyanto ditangkap lantaran bermain judi cap jikie pada 23 Februari 2019 lalu.

Sementara, dua pelaku curat, adalah Susianto, 36, warga Wonosunyo, Kecamatan Gempol dan Alen Ardiansyah, 34, warga Desa Tejolaut, Cikalong Wetan, Bandung Barat. Susianto ditangkap 16 Februari 2019, setelah membobol bengkel milik M. Dian Habibi, warga Sumberejo, Kecamatan Pandaan, pada November 2018 lalu.

Sementara Alen Ardiansyah ditangkap 1 Maret 2019, setelah aksi bobol konter yang dilakukannya, 16 Februari 2019 lalu. Korbannya, M. Mahbub Junaidi, warga Kelurahan/Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan. (one/fun)