Warning Reklame di Pohon di Jalan Protokol, Jika Membandel Bakal Dilepas Paksa

KRAKSAAN – Meski telah dilarang untuk memasang reklame dengan cara dipaku dipohon, masih ada saja yang melakukan hal itu. Tak sedikit reklame tersebut dipaku di pohon yang ada di jalan protokol Kota Kraksaan. Satpol PP kabupaten setempat mengeluarkan peringatan keras, bahkan menyiapkan pembersihan.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, di sepanjang jalan pantura, tepatnya masuk jalan protokol, Kota Kraksaan, ada beberapa banner yang dipasang dengan cara dipaku di pohon. Padahal, hal itu jelas tidak diperbolehkan.

Kasi Ops Dal Sat Pol PP Masyhudi menjelaskan, pihaknya akan bertindak tegas. Karenanya, Selasa (5/3) pihaknya akan langsung melakukan pencopotan terhadap banner-banner itu. Sehingga tidak lagi mengotori jalan protokol Kraksaan.

“Memasangnya saja di jalan protokol sudah dilarang. Apa lagi memakunya di pohon, itu tambah tidak diperbolehkan,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, pelarangan pemasangan banner atau reklame di sepanjang jalan protokol di mulai dari Semampir sampai alun-alun Kraksaan. Jika ada pemasangan, maka hal itu ilegal dan harus segera diturunkan.

“Harus bebas dari reklame. Baik yang sifatnya insidentil atau permanen. Apalagi yang dipaku di pohon, harus di bersihkan,” jelasnya.

Karenanya, pihaknyapun mengimbau kepada masyarakat agar mematuhi aturan itu. Jika mau memasang reklame, namun bukan di daerah terlarang. Termasuk melengkapinya dengan izin. Jika tidak, reklame yang telah dipasang akan dicopot dengan paksa.

“Itu yang akan kami lakukan. Itu sudah tugas kami sebagai aparat penegak perda. Karenanya harus dipatuhi jika tidak ingin dicopot,” tegasnya. (sid/fun)