BPBD Imbau Masyarakat Waspadai Hidrometeorologi yang Bisa Mengancam di Kota

KILAT: Petir yang menyambar di wilayah Purworejo saat hujan deras turun Selasa sore (5/3). Selama Maret, BPBD memprediksi intensitas hujan akan tinggi. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PURWOREJO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pasuruan menghimbau masyarakat Kota Pasuruan untuk mewaspadai fenomena hidrometeorologi. Fenomena ini berdampak pada tingginya potensi bencana selama Maret.

Ketua Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Pasuruan, Yanuar Afriansyah mengungkapkan berdasarkan imbauan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), masyarakat perlu mewaspadai fenomena hidrometeorologi. Ini membawa dampak meningkatnya curah hujan.

Akibatnya, curah hujan yang tinggi ini dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin. Bencana ini berpotensi paling rawan selama periode awal Maret ini.

“Bencana hidrometeorologi ini merupakan bencana yang terjadi sebagai dampak dan fenomena meteorologi seperti gelombang tinggi, angin kencang dan hujan lebat,” jelasnya.

Yanuar menjelaskan hampir seluruh pulau Jawa termasuk wilayah Kota Pasuruan berpotensi mengalami fenomena hidrometeorologi. Karena itu, pihaknya meminta agar masyarakat untuk lebih berhati-hati saat berada di luar rumah dan tidak bepergian saat hujan turun.

Pihaknya juga menghimbau agar nelayan setempat juga mewaspadai fenomena ini karena gelombang tinggi di laut sangat rawan terjadi. Menurutnya, jika gelombang meninggi disertai angin kencang agar nelayan mengurunkan niatnya untuk melaut.

BPBD sendiri mewaspadai fenomena ini dengan menyiagakan petugas selama 24 jam dengan sistem tiga kali shift. Sehingga jika ada bencana yang terjadi di Kota Pasuruan, BPBD bisa langsung terjun untuk melakukan proses evakuasi dan antisipasi.

“Hujan lebat disertai petir sangat rawan terjadi di awal Maret ini. Kami juga berharap dukungan dari masyarakat. misalnya jika ada bencana di lingkungannya untuk segera melapor ke kami,” jelasnya. (riz/fun)