Giliran PPK Tol Paspro Laporkan Warga Muneng

SUMBERASIH – Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) melaporkan warga bernama Sutiha, 42, ke polisi. Alasannya, Sutiha memasang pagar pada tanah negara yang digunakan untuk tol. Padahal, tanah tersebut sudah dibebaskan pada tahun 2017 lalu.

Warga Desa Muneng Kidul, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, itu dilaporkan ke Polres Probolinggo Kota, Selasa (5/3).

PPK Tol Paspro Agus Minarno menegaskan, pelaporannya ke polisi dilayangkan pukul 10.00. “Selain itu, kami juga beri tembusan pada bupati, kejaksaan, dan pihak terkait lainnya,” terangnya.

Menurut Agus –sapaan akrabnya–, jauh sebelumnya pihak Sutiha sudah diberikan peringatan. Bahkan, beberapa kali dilakukan mediasi. Sayangnya, hal itu tidak membuahkan hasil. Sampai akhirnya Rabu (30/1), Sutiha melakukan pemagaran pada tanah negara yang diperuntukkan tol.

“Persoalan tanah Sutiha ini kan masalah internal keluarga. Sehingga, tidak benar jika tanah yang sudah dibebaskan dipagar begitu saja. Oleh karena itu, kami ambil tindakan tegas. Jika tidak, akan banyak kasus serupa nantinya,” beber Agus.

Lebih lagi, Sutiha bukan pemilik waris yang sah. Mengingat, yang menjadi ahli waris tanah milik neneknya itu ibunya. Dan, pada saat ini ibunya masih hidup. Selain itu, tanah seluas 2.531 meter persegi itu sudah dibebaskan pada 26 Januari 2017 dengan uang Rp 4.108.498.032.

“Yang menerima uang itu yakni Atwi, selaku kuasa dari pemilik tanah. Dan, sudah bertanda tangan di atas materai,” bebernya.

Sementara, menyikapi hal itu, Camat Sumberasih Ugas Irwanto menyatakan akan melaporkan balik Sutiha ke kepolisian dengan tuduhan pencemaran nama baik. Hal itu akan dilakukan jika Sutiha tidak ada iktikad baik untuk mencabut laporannya ke Polda Jatim beberapa waktu lalu.

“Sutiha itu sepengetahuan kami bukan merupakan salah satu ahli waris karena ibunya yakni Marni’a saat ini masih hidup. Yang berhak mendapatkan uang ganti rugi itu tentunya adalah ibunya dan saudara-saudara dari ibunya sebagai ahli waris dari almarhum Bapak Minaroen Noerdin. Terkait dengan pelaporan saya ke Polda oleh Sutiha, kami masih tunggu iktikad baik dari Sutiha,” bebernya.

Terpisah, Nurul Huda, pengacara yang ditunjuk Sutiha menerangkan bahwa tidak masalah jika pihak tol melaporkan kasus tersebut. Bahkan, baginya hal itu malah bagus. Sebab, menurutnya, kasus itu malah akan gamblang. Terkait dengan pelaporan yang telah dilakukannya, Nurul Huda menegaskan akan terus dilanjutkan.

“Jika memang pihak tol melaporkan Sutiha, itu malah bagus. Kami tidak ada masalah. Dengan demikian, nantinya akan jelas dan gamblang. Yang jelas kami akan tetap lanjut pada perkara ini,” tandasnya. (rpd/rf)