Jelang Pemilu, Bupati Ajak Doa Bersama hingga Istigotsah agar Pasuruan Kondusif

PASURUAN – Pesta demokrasi pemilihan umum 2019 semakin mendekat. Mendekati pemilu yang jatuh 17 April mendatang, Indonesia sangat berharap pelaksanannya bisa berjalan kondusif. Tak terkecuali di Pasuruan Raya.

Meski banyak situasi politik menghangat, masyarakat diminta untuk tetap menjaga keutuhan NKRI. Ini agar pesta demokrasi lima tahunan tersebut, berjalan sukses. Masyarakat pun diharapkan bisa kembali mencair dan tak terkotak-kotak.

Menjelang pemilu nanti, Bupati Pasuruan mengeluarkan surat edaran (SE). Dalam SE bernomor 270/200/424.104/2019 tersebut, bupati sangat berharap semuanya diberi keselamatan, hingga NKRI tetap solid.

Tak hanya sekedar mengajak menjaga konsusivitas. Gus Irsyad-panggilan akrab Bupati Irsyad Yusuf, juga menginstruksikan seluruh kecamatan, berkoordinasi dengan takmir-takmir masjid di wilayahnya masing-masing untuk melaksanakan Qunut Nazilah saat salat Jumat digelar. Selain itu menguayakan menggelar istigotsah rutin, baik di masjid atau musala setiap Kamis malam.

“Saya berharap, camat bisa menyampaikan dan menyosialisasikan isi dan tujuan surat edaran ini. Setiap masjid wajib membacakan Qunut Nazilah pada salat Jumat dan istighosah rutin setiap malam Jumat seusasi salat Magrib,” katanya.

Ia pun menyampaikan, edaran ini wajib diperhatikan dan dilaksanakan. Nantinya, akan ada istighosah serentak pada 8 Maret dan 12 April 2018.

“Tujuannya yaitu memohon keselamatan, memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, serta untuk menjaga kondusivitas wilayah di Kabupaten Pasuruan menjelang Pemilihan Umum serentak tahun 2019,” Gus Irsyad.

Istigotsah dan pembacaan Qunut Nazilah ini diharapkan bisa digelar sampai pemilu tiba. Sehingga, Pasuruan tetap damai dan pesta demokrasi bisa dilalui tanpa ada gangguan sekalipun. (fun)