Pastikan Tak Ada Tim Sepakbola Probolinggo di Porprov Nanti

PROBOLINGGO – Kota dan Kabupaten Probolinggo dipastikan tak akan mengirimkan wakil di cabang olahraga Porprov VI di Gresik dan Lamongan nanti. Ini setelah tim sepakbola Porprov Kota-Kabupaten Probolinggo, tak berhasil di laga Pra Porprov yang dihelat 1-4 Maret lalu.

Untuk tim Kabupaten Probolinggo yang menghuni grup E, tim yang dilatih Hermawan Susanto tersebut hanya berhasil menang satu kali. Itu saat menekuk 6-1 tim Kabupaten Madiun. Selebihnya, dua laga dialami dengan kekalahan. Yakni di kalah telak 10-2 dari tuan rumah Kabupaten Sidoarjo dan ditekuk 2-0 oleh tim Kabupaten Malang.

Ketua Asosiasi PSSI Kabupaten Probolinggo Didik membenarkan jika tim porprov gagal melaju ke Porprov. Meskipun tidak lolos, pihaknya akan terus melakukan pembinaan kepada para pemainnya yang sebagian besar adalah para putra daerah.

“Terus lakukan pembinaan. Kemarin itu evaluasinya yaitu masih butuh pelatihan lagi. Sehingga, nanti di kemudian hari bisa lebih baik dan berhasil masuk dalam porprov,” tandasnya.

Lebih lanjut, dalam gelaran pra kemarin itu adalah sebagai alat ukur. Meskipun telah disiapkan sekitar hampir satu tahun, namun pihaknya menyadari bahwa masih kalah unggul dengan daerah lain. “Kami menyadari pembiayaan yang kami lakukan masih kalah dengan daerah lain. Karena itu kedepan masih akan kami lakukan lebih giat lagi untuk menjadikan tim bisa lebih baik lagi,” terangnya.

Lain lagi dengan tim Porprov Kota Probolinggo. Tim yang menghuni grup B bersama Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Jember dan Kabupaten Kediri itu, malah tak pernah menang sekalipun di stadion Pamelingan di Madura.

Wakil Ketua Persatuan Asosiasi PSSI Kota Probolinggo Abdurrahman Sunyoto mengatakan, tim Kota Probolinggo dalam pertandingan pertama menghadapi Kabupaten Kediri. Sayangnya, Kota Probolinggo kalah dengan skor telak 0-3. Kekalahan juga terjadi pada 2 Maret, saat Kota Probolinggo dipertemukan dengan Kabupaten Jember.

Dalam laga itu, Kota Probolinggo berhasil mencetak skor. Namun hasil akhir berpihak pada Kabupaten Jember yakni 1-3.

Dalam pertandingan terakhir, pada tanggal 4 Maret, Kota Probolinggo bertemu dengan tuan rumah yakni Kabupaten Pamekasan. Dalam laga itu Kota Probolinggo harus mengakui keunggulan tuan rumah. Pertandingan malam itu berakhir dengan skor 0-2 untuk Pamekasan.

Meski begitu, Abdurrahman Sunyoto memuji timnya, Pria yang akrab disapa Totok tersebut mengatakan, permainan Kota Probolinggo baik bahkan hal itu diakui oleh berbagai pihak. Hanya saja, dalam sepak bola, skor akhirlah yang menentukan. “Jika dibandingkan dengan tim lainnya, permainan kami lebih baik. Namun tetap skor akhirlah yang menentukan,” terangnya.

Dalam laga terakhir, tim Kota Probolinggo mendapat dukungan moril lantaran Wawali Soufis Subri hadir untuk menonton secara langsung. Sayang, di laga akhir itu pula, tim kembali menelan pil pahit.

“Persiapan kami hanya 2,5 bulan. Namun permainan yang dilakoni cukup apik. Wawali yang pada saat itu datang dan melihat secara langsung juga mengatakan bahwa pembinaan sangat penting untuk kemajuan sepak bola Kota Probolinggo,” ungkap Totok. (sid/rpd/fun)