Pembangunan Seksi IV Tol Paspro Mundur

PROBOLINGGO – Pembangunan konstruksi proyek jalan tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) seksi IV, mundur dari rencana awal. Sempat ditargetkan bulan Februari mulai, saat ini pembanguan di lapangan belum berjalan sama sekali.

Agus Minarno, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tol Paspro di Kementerian PUPR mengatakan, saat ini proyek jalan tol Paspro seksi IV masih dalam tahap pembebasan lahan. Sedang pembangunan fisik atau konstruksinya diperkirakan mulai bulan Maret-April.

Menurutnya, seksi IV total Paspro sepanjang 13,7 km. Dimulai dari Desa Clarak, Kecamatan Leces sampai Desa Suko, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo.

Dari hasil kelayakan uji publik yang dilakukan sebelumnya (praproyek), lahan yang dibutuhkan sebanyak 130 hektare, 160 bidang. Lahan itu sudah termasuk aset pemerintah dan tanah kas desa (TKD).

Sedang infrastruktur yang akan terdampak pembangunan jalan tol, hanya 2 persen berupa permukiman warga. Sisanya sebesar 98 persen merupakan lahan sawah dan ladang milik warga. Dana yang dihabiskan untuk pembebasan lahan, kata Agus, sekitar Rp 400 miliar.

“Dana itu hanya untuk pembebasan lahan milik warga dan uang ganti permukiman. Artinya, belum termasuk dana investasi konstruksi. Tahapannya sudah dilakukan pengukuran oleh BPN kemudian untuk inventarisasi identifikasi sedang berjalan,” terangnya.

Sementara infrastruktur terdampak lainnya berupa, TKD, jalan desa, jalan kabupaten, saluran irigasi, dan beberapa jembatan. Jumlah keseluruhan sebanyak 93 titik.

Tahapan pembebasan lahan dimulai dari arah barat. Setelah lahan warga dibebaskan, pekerjaan fisik atau konstruksi akan dimulai. “Jadi, tidak perlu menunggu pembebasan lahan selesai. Begitu lahan sudah dibebaskan, konstruksi langsung dikerjakan. Sehingga, kami berupaya gerak secepatnya,” terangnya. (rpd/hn/mie)

 

Tol Probowangi
Panjang, 170 KM
Kebutuhan lahan, 294 hektare dan 1.800 bidang
Estimasi dana pembebasan lahan, Rp 800 miliar
Seksi I Maron-Paiton, melintasi 7 Kecamatan, 38 Desa