Rp 46 M untuk Jargas Rumah Tangga di Kota Probolinggo

AMAN: Wali kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin saat melihat penggunaan jargas untuk memasak di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Selasa (5/3). (Ridhowati Saputri/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PROBOLINGGO – Dana Rp 46 Miliar dari APBN, dianggarkan untuk membangun jaringan gas (jargas) rumah tangga di Kota Probolinggo. Dana itu dianggarkan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Hal ini diungkapkan Agus Kuswandono, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jaringan Gas, Selasa (5/3) saat bertemu Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin dan Wakil Wali Kota Moch Soufis Subri. “Total anggaran pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga ini mencapai Rp 46 miliar. Total dengan Pasuruan sebesar Rp 96 miliar,” ujarnya saat peresmian jaringan gas bumi untuk rumah tangga, Selasa (5/3). Peresmian ini dilakukan di kantor Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan.

Agus menjelaskan, gas yang mengalir dalam jaringan gas di Kota Probolinggo bersumber dari Husky CNNOC Madura Ltd sebanyak 0,2 MM. “Gas sebanyak 0,2 MM bisa untuk melayani 16 ribu rumah tangga. Dan, untuk peralatan yang kami desain, cukup untuk 25 ribu rumah tangga,” jelasnya.

Pembangunan jaringan gas ini dimulai dari Jalan Hayam Wuruk, tepatnya di depan kantor PDAM Kota Probolinggo. Di lokasi ini terdapat pipa gas PGN dengan tekanan 16 mbs.

“Total pipa gas yang dipasang sepanjang 117 Km di Kota Probolinggo. Termasuk pipa gas yang tersambung ke rumah warga,” ujarnya.

Pemasangan jaringan gas ini diharapkan mampu membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan energinya. Bahkan, dari segi keamanan, jargas ini lebih aman daripada gas dalam tabung elpiji. Sebab, tekanannya lebih kecil.

Wali Kota Hadi Zainal Abidin mengungkapkan, saat ini jumlah pemasangan jargas di Kota Probolinggo sebanyak 5.088 sambungan jargas rumah tangga. Menurutnya, warga antusias dengan pemasangan ini. Sebab, sudah ada daftar tunggu sebanyak 800 kepala keluarga di wilayah Kecamatan Mayangan.

“Baru Kecamatan Mayangan yang ada program jargas ini. Namun, belum semua kelurahan di Kecamatan Mayangan yang mendapat program ini. Kelurahan Sukabumi belum,” ujarnya.

Saat ini, menurutnya, Pemkot Probolinggo telah mengajukan penambahan jaringan gas di Kota Probolinggo sebanyak 10 ribu sambungan. Harapannya, pemasangan jargas ini bisa lebih luas. Tidak hanya di Kecamatan Mayangan.

“Jika bisa, empat kecamatan lain juga mendapatkan program jaringan gas bumi,” ujarnya.

Sementara itu, Sukandar, wakil ketua SKK Migas saat dimintai tanggapan terkait pengajuan tambahan jaringan menyebut, penambahan jaringan merupakan kewenangan Kementerian ESDM. “SKK Migas mendukung pelaksanaan Migas untuk kebutuhan masyarakat,” ujarnya. (put/hn)